//20/02/13 – Nasihat dari hati yang murni

20/02/13 – Nasihat dari hati yang murni

Rabu, 20/02/2013

NASIHAT DARI HATI YANG MURNI

Bacaan Firman
Bacalah I Timotius 1:5-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang terjadi jika nasihat yang diberikan tidak didasari oleh hati yang murni? (ayat 6).
2. Apa kunci keberhasilan suatu nasihat? (ayat 5).

Salah satu keberhasilan Paulus saat memuridkan Timotius adalah mengajar dengan nasihat yang didasari oleh ketulusan dan kemurnian hati. Hal ini bisa menjadi alasan bagi beberapa orang untuk tidak memuridkan orang lain. Mereka sering beralasan bahwa mereka belum mencapai standar sesuai Firman Tuhan ini. Tetapi, sebenarnya hal terpenting yang perlu kita tahu adalah nasihat kita harus keluar dari hati yang tulus dan murni. Ini bukan omongan yang sia-sia. Sebab Paulus berkata, “Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia,” (ayat 6). Jadi, jika kita diminta oleh orang lain untuk memberikan nasihat, maka kita harus lakukan dengan motif yang benar, agar Tuhan dimuliakan lewat nasihat kita. Paulus berkata, “Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas,”(ayat 5). Oleh karena itu, untuk menghindari motif-motif yang tidak benar bila dimintakan nasihat kita, maka kita harus meminta pertolongan Tuhan untuk menyelidiki hati dan pikiran kita. Bukan hanya itu, saat sebelum tidur malam pun kita harus meminta Roh Kudus untuk mengajari dan mengoperasi hati kita yang tidak benar. Mengapa? Karena kata Daud, “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku,” (Mazmur 16:7). Hati yang murni pasti memberi impartasi yang luar biasa. Impartasi yang benar akan membuat orang yang kita nasihati mengalami transformasi hidup. Hal ini telah dibuktikan oleh Paulus dan Timotius. Bagaimana dengan Anda? Rindukah Anda untuk memiliki hati nurani yang murni? Bertindaklah sekarang demi kemuliaan nama Tuhan.

Praktek
Mari, evaluasi dan buatlah komitmen untuk membangun hidup Anda dengan motivasi yang baik dan benar. Bagikan pengalaman Anda di komsel.

2013-01-24T03:50:54+00:00