//20/02/17 – Pemerintahan Allah dalam hidup kita(3)

20/02/17 – Pemerintahan Allah dalam hidup kita(3)

Senin, 20/02/2017

PEMERINTAHAN ALLAH DALAM HIDUP KITA(3)


M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Kolose 3:18-4:6

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

Sama seperti perenungan sebelumnya, ini adalah kelanjutannya. Temukan bagaimana kita berperan dengan berbagai peran di dalam kehidupan sehari-hari?

1. Ay. 18-19

2. Ay. 20-21

3. Ay. 22; 4:1

4. Ay. 23-25

5. Ay. 2-6

 

PENGAJARAN:

Kembali kita melihat di sini, bahwa segala aktivitas dan peran hidup kita haruslah dilakukan sebagai ekspresi dari posisi hidup kita yang ada “di atas”. Perhatikan bahwa di dalam semua peran hidup kita baik sebagai istri, suami, anak-anak, orang tua, hamba (bawahan), tuan (atasan) dan dalam apa pun yang kita lakukan, harus dilakukan dalam kaitan dengan Tuhan. Istri tunduk kepada suami harus “di dalam Tuhan.” Anak-anak menaati orang tua…. “di dalam Tuhan.” Hamba-hamba menaati tuannya…. dalam “takut akan Tuhan.” Tuan-tuan harus berlaku adil dan jujur terhadap hambanya… karena mereka “mempunyai tuan di surga.” Apapun yang diperbuat haruslah diperbuat…. “seperti untuk Tuhan,” dan “dari Tuhanlah kita menerima bagian yang ditentukan bagi kita.”

Apa artinya? Artinya semua aktivitas dan peran yang kita lakukan haruslah dilakukan dalam kaitan dengan Tuhan. Tuhan dalam bahasa Yunani yang mempunyai arti penguasa tunggal hidup kita. Jadi bila kita menjalankan aktivitas dan peran hidup kita bukan berdasarkan pemerintahan Kristus Tuhan (Penguasa tunggal), kita tidak hidup berdasarkan Kerajaan Allah, tetapi kerajaan yang lain. Bila kita tidak diperintah oleh Kristus, kita juga tidak akan mampu menjalankan aktivitas dan peran hidup kita sesuai dengan kehendak Kristus Raja kita. Dengan menjadikan Kristus Tuhan, kita pasti rela dan mampu mempraktikkan semua aktivitas dan peran hidup kita sesuai dengan kehendak Kristus. Karena itu, kita harus selalu mencari Kerajaan Allah (pemerintahan Allah) dan kehendakNya. Dengan berada dalam pemerintahan Allah sepenuhnya, kita secara otomatis dan wajar akan rela dan mampu menjalankan semua aktivitas dan peran hidup kita sesuai dengan kehendak Kristus Raja kita. Hasilnya, ketaatan adalah tindakan yang penuh kerelaan dan sukacita.

2019-10-17T12:17:27+07:00