//20/09/13 – Menjadi Imam bagi Allah

20/09/13 – Menjadi Imam bagi Allah

Jumat, 20 September 2013

MENJADI IMAM BAGI ALLAH

Bacaan Firman
Bacalah Wahyu 1:5-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang dilakukan oleh Yesus bagi kita?
2. Siapakah kita di hadapan Allah?

Setelah merenungkan Saat Teduh kemarin tentang seorang imam harus memiliki belaskasihan dari Allah, maka dalam renungan hari ini kita bisa melihat bagaimana Yesus telah membayar harga yang sangat mahal untuk melepaskan kita dari kuasa kegelapan untuk menjadikan kita imam-imam bagi Allah, BapaNya. Rasul Yohanes menjelaskan kepada kita, “Dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya — dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya,” (ayat 5-6). Kita telah dibeli dengan darah Yesus yang mahal, sudahkah kita berfungsi sebagai imam-imam yang setiap hari datang pada Allah dengan membawa kebutuhan manusia? Sudahkah kita menjadi imam yang menguduskan diri kita setiap hari? Sudahkah kita menjadi imam yang mengajarkan hukum-hukum Allah yang benar kepada orang lain? Sudahkah kita menjadi imam yang memuridkan orang lain agar mereka juga memuridkan yang lain agar mereka bertumbuh menjadi dewasa dalam Kristus? Masihkah kita sebagai imam memiliki belaskasihan kepada orang lain? Mari, kita harus mengikuti teladan imam besar kita bernama Yesus Kristus. Paulus menulis tentang Yesus, “Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,” (Ibrani 3:1). Bukan hanya itu, ia melanjutkan, “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:14-15). Marilah kita menjadi imam dengan mengikuti jejak Tuhan Yesus yang telah menjadi imam bagi kita.

Praktek
Apa yang Anda mau lakukan sebagai imam-imam Allah? Sudahkah Anda menjadi imam yang hidup benar di mata Allah? Jika belum, mengapa? Bagikan pengalaman dan komitmen Anda di komsel.

2013-08-24T04:19:15+07:00