//21/07/2012 – Allah menyelidiki hati dan menguji batin

21/07/2012 – Allah menyelidiki hati dan menguji batin

Sabtu, 21/07/2012

ALLAH MENYELIDIKI HATI DAN MENGUJI BATIN

Bacaan Firman :
Bacalah Yeremia 17:9-10 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Siapakah satu-satunya pribadi yang dapat mengetahui hati manusia? (ayat 9-10a).
2. Apakah upah atau ganjaran dari setiap perbuatan kita? (ayat 10b).

Ketika membaca firman Tuhan hari ini, tersentakkah hati Anda untuk sadar bahwa Tuhan menggambarkan “hati” manusia dengan kata “licik” (Inggris: Deceitful)? Mungkin kata ini kurang enak di telinga, tetapi sebenarnya merupakan penggenapan Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Hanya firman Tuhan saja yang mengerti betapa dalam dan gelapnya lubuk hati manusia. Kita harus menyadari bahwa tidak ada suatu kuasa pun di dunia ini yang dapat mengetahui isi hati manusia, selain Firman Allah dan diri kita sendiri. Dengan bertumbuhnya ilmu pengetahuan dari masa ke masa, hukum dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam hati kita menjadi buram dan diputarbalikkan oleh dunia. Jika kita tidak berhati-hati, maka hati kita makin dingin dan keras, sehingga kita tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. Mungkin pada awalnya, kita ingin sekali untuk menyenangkan Tuhan, tetapi tiba-tiba kita berubah dan menyenangkan hati manusia atau diri sendiri. Itulah sebabnya, firman Tuhan harus menyelidiki hati serta menguji batin, untuk memastikan bahwa kita memiliki iman yang teguh padaNya. Sebab, hanya imanlah yang memberi kita kekuatan untuk tetap bertahan sampai garis akhir. Ayat 10 berkata, “Ia memberi balasan (Inggris : reward) kepada kita sesuai dengan tingkah laku dan perbuatan kita.” Mari, kita menjaga hati dan tingkah laku kita agar tetap murni di hadapan Allah.

Praktek
Apakah kita melakukan segala sesuatu dengan hati yang tulus dan murni di hadapan Tuhan, entah di pekerjaan, pelayanan, usaha dan hubungan dengan orang lain? Bagikanlah hal ini di dalam komsel Anda.

2012-06-30T03:03:18+00:00