//21/10/13 – Menemukan potensi tersembunyi

21/10/13 – Menemukan potensi tersembunyi

Senin, 21 Oktober 2013

MENEMUKAN POTENSI TERSEMBUNYI

Bacaan Firman
Bacalah 2 Timotius 1:6-7 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Peringatan apakah yang diberikan oleh Paulus kepada Timotius, anak rohaninya? (ayat 6).
2. Apa penghalang bekerjanya karunia-karunia Allah dalam diri Timotius? (ayat 7).

Allah telah memberikan begitu banyak potensi kepada kita, berupa karunia dan talenta agar kita menggenapi rencanaNya dalam hidup kita. Tapi potensi Allah terkubur, karena dalam pikiran bawah sadar kita terdapat banyak penghalang yang menghalangi tersingkapnya potensi-potensi itu. Penghalang terbesar adalah persoalan-persoalan emosi, seperti: takut, malu, tertolak, rendah diri, kebingungan dan keraguan. Musuh potensi diri bukanlah setan, orang lain, situasi / kondisi, ataupun keterbatasan ekonomi, melainkan problem emosi. Problem emosi terkubur di dalam pikiran bawah sadar kita sambil mengikat, menutupi, dan menyembunyikan potensi Allah yang ada di dalam kita. Ini yang tidak disadari oleh orang-orang Kristen. Potensi diri kita tidak bisa bermanifestasi tatkala mendengar kata-kata yang ada di dalam pikiran kita :(a). Mana mungkin orang seperti kamu layak dipakai Tuhan. (b). Kalau sampai tindakanmu salah, apa kata orang? (c). Orang tuamu dulu berkata bahwa kamu tidak mungkin berhasil, bahkan tidak berguna sama sekali. (d). Kamu anak durhaka, terkutuklah hidupmu selama-lamanya. (e). Mana mungkin Tuhan mau memberikan karunia kepada orang semacam saya. Jika pikiran yang menyebabkan problem emosi ini tidak disingkirkan, maka potensi kita tidak bisa dimaksimalkan dalam diri kita.

Ada 4 macam tipe orang dalam kaitan dengan potensi dirinya:
(1). Sadar bahwa ia berpotensi — > Mencapai hidup maksimal.
(2). Tidak sadar bahwa ia berpotensi — > Patut disayangkan.
(3). Sadar bahwa ia tidak berpotensi — > Menyadari keterbatasan diri.
(4). Tidak sadar bahwa ia tidak berpotensi — > Hidup yang paling frustasi dan gagal.

Potensi kita berasal dari Allah dan kita tidak bisa mengubahnya. Potensi dalam diri kita berbeda-beda, Allah mau agar kita mengggunakannya secara maksimal. Allah juga ingin kita menyadari keterbatasan kita, yang tidak berkaitan dengan potensi kita. Kuncinya adalah kesadaran kita, sedangkan kesadaran kita bergantung pada bagaimana kita menggali pikiran bawah sadar. Kita perlu menggali potensi dibalik tumpukan problem emosi kita. Anda ingin maksimal? Sadarilah potensi diri dan ekspresikanlah.

Praktek
Anda termasuk tipe orang yang mana dari keempat potensi diri di atas? Apa komitmen Anda untuk dilakukan?

2013-09-26T03:17:13+07:00