//21/11/13 – Merasa gagal di masa lalu

21/11/13 – Merasa gagal di masa lalu

Kamis, 21 November 2013

MERASA GAGAL DI MASA LALU

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 73:1-28 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Bagi siapakah Allah terasa baik? (ayat 1). Apa yang terjadi pada Asaf? (ayat 2-3). Mengapa Asaf menganggap orang-orang fasik itu mujur? (ayat 4-15). Pergumulan apa yang dialami Asaf dalam memahami kenyataan yang dilihat? (ayat 16).

2. Kapankah Asaf mengerti apa yang dilihatnya? (ayat 17). Apa yang terjadi pada mereka yang dianggap sukses? (ayat 18-20). Apa yang terjadi pada Asaf setelah pencerahan? (ayat 20-28).

Seringkali kita mengalami apa yang dialami oleh Asaf. Asaf adalah seorang pemain ceracap yang monoton. Mungkin karena pelayanannya monoton, maka ia membandingkan dirinya dengan orang lain. Itulah sebabnya, Asaf menjadi iri (cemburu) kepada orang-orang fasik yang kelihatannya lebih nyaman dan sukses, dibandingkankan dengan orang-orang benar yang sungguh-sungguh hati menyembah Tuhan. Hal ini yang hampir saja membuat Asaf menyimpang dari Allah. Asaf sangat sulit untuk mengerti akan hal tersebut, sampai ia masuk ke tempat kudus Allah dan melihat dengan sudut pandang Allah. Ketika Asaf menjadi intim dengan Allah, maka matanya terbuka dan ia dapat melihat perbedaan yang jelas antara jalan orang-orang benar dan orang-orang fasik. Walau orang-orang fasik nampaknya hidup mereka nyaman dan sukses, namun akhirnya hidup mereka berujung kepada kebinasaan. Karena keintiman dengan Tuhanlah yang membuat Asaf semakin mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Hal inilah yang membuat Asaf semakin intim dengan Tuhan. Akhirnya, Asaf bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati (Mazmur 73:23-28). Bagaimana dengan Anda?

Praktek Firman Tuhan
1. Temukan dan diskusikan perasaan gagal yang pernah Anda alami di masa lalu. Apakah pengaruhnya terhadap perilaku Anda di masa kini? Lakukanlah pembaharuan pikiran.
2. Menanam firman: Bacalah Mazmur 73:25-26 dengan penghayatan yang sungguh-sungguh dalam dan nikmatilah sentuhan kasih Bapa dan berdialoglah dengan Bapa dalam keintiman.

2013-10-23T03:22:30+07:00