//22/03/17 – Ketaatan sebagai buah pengajaran

22/03/17 – Ketaatan sebagai buah pengajaran

Rabu, 22/03/2017

KETAATAN SEBAGAI BUAH PENGAJARAN

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Markus 7:1-23

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Jika kita tidak hidup dalam Firman Tuhan, hal apakah yang akan dipaksakan pada kita untuk ditaati? (ay. 5)

2. Bagaimana jawaban Yesus tentang adat istiadat yang tidak sesuai Firman Tuhan? (ay. 6-9, 13)

3.  Menurut Anda, apa pentingnya pengajaran bagi seorang murid Kristus? (ay. 17-23)

 

PENGAJARAN:

Setiap orang pasti mewarisi adat istiadat dari keluarganya, yang menyatu dengan dirinya sejak lahir. Karena itulah,setiap orang pun harus diajar tentang kebenaran Firman Tuhan agar terbiasa hidup di dalamnya. Yesus tidak menentang adat istiadat, tetapi jangan sampai ketaatan kita kepada adat istiadat melebihi ketaatan kita kepada Tuhan. Yesus berkata bahwa, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri…. Dengan demikian Firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu.” Jelas, kita sebagai murid Kristus harus belajar untuk dapat membedakan antara adat istiadat yang mengikat hidup kita dan kebenaran Firman Tuhan yang harus kita lakukan. Orang-orang Yahudi di bacaan ini lebih mengutamakan adat istiadat, seperti tidak akan makan sebelum membasuh diri atau menganggap najis sesuatu hanya karena tampilan dari luar, dan bukan mengutamakan kebenaran di dalam batin. Itulah sebabnya, Yesus memberi penekanan pada apa yang keluar dari dalam hati kita. Itu yang menajiskan seseorang. Marilah kita hidup benar sesuai FirmanTuhan, yaitu memberikan isi pinggan atau cawan hati kita untuk dibersihkan oleh darah Yesus, maka hal-hal yang keluar dari dalam kita pun benar.

2017-02-18T03:48:29+07:00