//23/08/13 – Kehendak Tuhan bagi keluarga Ilahi

23/08/13 – Kehendak Tuhan bagi keluarga Ilahi

Jumat, 23 Agustus 2013

KEHENDAK TUHAN BAGI KELUARGA ILAHI

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 128:1-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa kunci sukses dari kehidupan yang diberkati (ayat 1, 4)?
2. Berkat apakah yang dijanjikan oleh Tuhan bagi seluruh keluarga (ayat 3, 6)?

Setiap orang merindukan kebahagiaan, sehingga mereka berusaha mendapatkannya dengan berbagai cara, tetapi mereka tidak mendapatkannya. Namun dalam renungan Saat Teduh hari ini, kita menemukan jawaban yang pasti terhadap kehendak Tuhan bagi keluarga, yaitu keluarga yang hidup dalam takut akan Tuhan. Pemazmur memberitahu kita tentang kunci keluarga ilahi yang takut akan Tuhan, yaitu, “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!”(ayat 1b). Hasil jerih payah seorang suami yang takut akan Tuhan membuat seluruh keluarganya (isteri serta anak-anak) diberkati Tuhan. Mereka bisa hidup berbahagia. Suami adalah kepala keluarga, yang menentukan kebahagiaan seluruh keluarganya. Itulah sebabnya, kita bisa melihat janji Tuhan selanjutnya bahwa, “Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!”(ayat 2). Ketika suami dan seluruh isi keluarganya hidup dalam takut akan Tuhan, maka kehendak Allah mulai dimanifestasikan dalam keluarga, yaitu, “Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!,”(ayat 3). Ini adalah gambaran yang indah tentang kehendak Allah bagi keluarga kita. Isteri diumpamakan sebagai anggur yang menyukakan hati keluarga dan anak-anak menjadi tunas zaitun yang mengalirkan minyak urapan yang bisa menyembuhkan segala gangguan sakit-penyakit. Rindukah Anda mengalami janji Tuhan ini? Mari, seluruh keluarga mulai berkomitmen untuk hidup dalam takut akan Tuhan. Sebab, kita akan melihat kebahagiaan kita yang turun-temurun kepada anak cucu kita, karena perkenanan Tuhan.

Praktek
Suami berdoalah bagi isteri. Isteri, berdoalah bagi suami. Anak-anak berdoalah bagi orang tua, agar mereka hidup dalam takut akan Tuhan.

2013-07-25T04:23:04+07:00