//23/09/13 – Imam membangkitkan suasana penyembahan

23/09/13 – Imam membangkitkan suasana penyembahan

Senin, 23 September 2013

IMAM MEMBANGKITKAN SUASANA PENYEMBAHAN

Bacaan Firman
Bacalah Keluaran 15:19-21 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang membedakan nyanyian Musa dan perayaan Miryam (ayat 1-21)?
2. Apa inti dari nyanyian dan tarian Miryam (ayat 21)?

Mujizat orang-orang Israel menyeberangi Laut Teberau adalah salah satu kisah spektakuler dalam Alkitab. Ketika Tuhan berperang bagi orang Israel dan memberikan kemenangan kepada mereka dengan menenggelamkan pasukan tentara Firaun di dalam Laut Teberau, Musa menyanyikan pujian solo yang luar biasa dari ayat 1-18. Tetapi suasana penyembahan belum menyentuh seluruh bangsa itu. Kemudian, Miryam bangkit dan memerankan peran imamnya secara luar biasa. Dikatakan, “Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: ‘Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut,'”(ayat 20-21). Miryamlah yang mengubah suasana tontonan orang Israel menjadi perayaan kemenangan yang luar biasa. Di sini kita belajar bahwa seorang imam seharusnya melakukan fungsi ini dalam ibadah penyembahan korporat, sehingga seluruh jemaat yang hadir dapat terlibat di dalam penyembahan kepada Tuhan. Kita membutuhkan Miryam-Miryam zaman sekarang dalam komsel atau pun ibadah raya kita. Saat orang seperti ini hadir dalam sebuah komunitas, maka orang tersebut menjadi pengubah suasana dan membuat atmosfer penyembahan kita naik kepada Tuhan. Karena hati orang tersebut penuh dengan ucapan syukur, maka nyanyian kemenangan tentang kebaikan dan kemurahan Tuhan mendatangkan suasana Kerajaan Allah di dalam pertemuan ibadah kita. Memang kita telah memiliki banyak penyanyi atau penari atau pemain musik yang baik, tapi sesungguhnya gereja membutuhkan pribadi-pribadi yang mengubah suasana penyembahan. Mungkin kita bukanlah penyanyi, penari atau musisi terkenal, tapi kita bisa menjadi penentu suasana pertemuan ibadah kita.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan dari renungan Saat Teduh hari ini? Rindukah Anda menjadi pengubah suasana di suatu ibadah penyembahan? Apa komitmen Anda untuk dilakukan?

2013-08-24T04:23:25+07:00