//23/10/12 – Tuhan menetapkan langkah-langkah orang benar

23/10/12 – Tuhan menetapkan langkah-langkah orang benar

Selasa, 23/10/2012

TUHAN MENETAPKAN LANGKAH-LANGKAH ORANG BENAR

Bacaan Firman :
Bacalah Mazmur 37:1-40 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Apa yang harus kita lakukan untuk tahu bahwa Tuhan menetapkan langkah kita?(ayat 7a).
2. Hal apakah yang dilakukan oleh Allah kepada orang-orang benar? (ayat 23).

Seringkali kita sebagai orang Kristen menyadari bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas hidup kita. Tapi, untuk mengalami hal ini rasanya tidak segampang yang kita bayangkan. Sebab ada syarat yang harus kita penuhi agar Tuhan menuntun langkah-langkah kita. Dalam bacaan kita hari ini, sang pemazmur memberikan kepada kita kunci untuk bagaimana kita menerima pimpinan Tuhan, yakni: “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia,”(Mazmur 37:7a). Herannya, jikalau kita ingin untuk mengetahui bagaimana Tuhan menetapkan langkah kita, kita harus berdiam di hadapan Tuhan. Ada syair lagu indah berbunyi, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Apabila ia jatuh tak sampai tergeletak. Sbab Tuhan menopang tangannya….” Setiap hari kita menghadapi berbagai kendala di dalam hidup kita. Dalam keadaan yang demikian, kita membutuhkan rasa aman. Hal yang paling menentukan adalah membiarkan Tuhan menetapkan langkah-langkah kita. Setiap keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang harus dipimpin oleh Tuhan. Mengapa harus dipimpin oleh Tuhan? Karena hanya Tuhan yang mengetahui jalan mana yang baik dan jalan mana yang sukar ditempuh. Itulah sebabnya, pemazmur memberi arahan yang bijak, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya,”(ayat 23-24). Kemudian, pemazmur bersaksi tentang bagaimana hari-hari hidupnya dipimpin oleh Tuhan. Katanya, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan,”(ayat 25-28). Itulah jaminan kita jika kita membiarkan Tuhan menuntun langkah-langkah hidup kita.

Praktek
Kapankah terakhir kali Anda berdiam diri di hadapan Tuhan dan menantikan Dia? Bagikan tentang pengalaman Anda di komsel.

2012-09-28T09:46:51+00:00