Selasa, 24/12/2024
Bacaan harian setahun: Zakharia 5-6; Wahyu 9-10
Gereja yang Memuridkan Lintas Budaya
M1 – Menerima Firman di Hadirat Kristus
Galatia 3:22-29
M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
- Mengapa kitab suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kuasa dosa? Mengapa harus Yesus yang menjadi pusatnya?
- Dengan kehadiran Yesus, apa yang terjadi pada berbagai suku bangsa? Hak apakah yang mereka dapatkan?
Renungan
Dalam renungan hari ini, kita melihat kedalaman rancangan Allah bagi manusia. “Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” Yesus menjadi pusat dari Injil. Ketika manusia beriman pada Yesus, rancangan Allah tergenapi, “Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.” Kita menjadi anak-anak Allah, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” Maka, “… tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Inilah alasan Gereja harus memuridkan segala bangsa. Gereja yang apostolik akan memuridkan lintas budaya. Sudah siapkah Anda menjadi bagiannya?