25/02/19

Senin, 25/2/2019

  • Bacaan: Ulangan 13-15; 2 Korintus 12-13
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

Pendalaman PL: Ulangan 14:22-29

1.Bacalah beberapa kali perikop ini di hadirat Tuhan!

2.Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi). Pelajari dan catatlah hal-hal yang didapatkan dari kedua langkah itu.

3. Catatlah hasil perenungan pribadi Anda hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4 yang akan Anda lakukan.

Renungan PL:

Dari pembacaan seluruh kitab Musa, kita dapat mengetahui bahwa umat Israel mempraktikkan tiga macam perpuluhan. Ketika umat Israel mempraktikkannya, mereka “belajar untuk selalu takut akan Tuhan” (Ul. 14:23b) dan mengalami “Tuhan, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu” (Ul. 14:29b). Nah, kita pun di zaman Perjanjian Baru ini perlu mempraktikkan dan mengalaminya. Apakah ketiga jenis perpuluhan itu dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan kita?

1. Perpuluhan sakral – untuk suku Lewi (Bil. 18:21,24; Mal. 3:10-12)

Penerapannya adalah seperti perpuluhan (dari pendapatan bersih) yang secara rutin kita bawa ke perbendaharaan rumah Tuhan (kas keuangan gereja lokal). Tujuan utama perpuluhan ini adalah untuk mendukung keuangan para pelayan sepenuh waktu agar mereka dapat melayani dalam penggembalaan (pemberian makanan rohani) dengan baik.

2. Perpuluhan untuk kebangunan rohani – untuk diri sendiri (Ul. 14:22-27)

Orang Israel secara berkala harus pergi ke Yerusalem untuk merayakan hari-hari raya tertentu. Inilah dana perpuluhan yang mereka sisihkan untuk diri sendiri. Mereka bisa mempergunakan perpuluhan ini untuk hari-hari raya tersebut. Tujuannya adalah membiayai ibadah atau membangun kerohanian diri sendiri. Bagi kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru, kita bisa menerapkannya demi membiayai diri sendiri untuk acara-acara kebangunan/penyegaran rohani, seperti retreat, kamp rohani, pelatihan/equipping, memperlengkapi perpustakaan rohani, dsb.

3. Perpuluhan dari hasil selama tiga tahun untuk pelayan sepenuh waktu, orang miskin, orang asing, janda, dan yatim piatu (Ul. 14:28-29) 

Perpuluhan dari penghasilan selama tiga tahun (sepertiga dari perpuluhan), harus diberikan langsung kepada orang Lewi, orang miskin, orang asing, janda, dan anak yatim piatu. Perpuluhan ini tidak perlu dibawa ke perbendaharaan rumah Tuhan (kas keuangan gereja lokal), tetapi langsung diberikan kepada yang memerlukannya.

2019-10-12T09:53:52+07:00