//25/02/17 – Perbendaharaan hati yang baik

25/02/17 – Perbendaharaan hati yang baik

Sabtu, 26/02/2017

PERBENDAHARAAN HATI YANG BAIK


M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Lukas 6:43-45

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Apa yang Yesus katakan tentang hubungan antara buah dengan pohonnya? Mengapa? (ay. 43-44)

2. Hati kita digambarkan seperti pohon. Bagaimanakah caranya menjadi orang yang berhati baik?(ay. 45)

3. Bagaimanakah cara praktis untuk membersihkan perbendaharaan hati kita sehingga kita memiliki perbendaharaan hati yang baik?

 

PENGAJARAN:

Bagian ini sebenarnya adalah inti dari Khotbah di Bukit. Inti dari Khotbah di Bukit adalah mempersiapkan orang menjadi tanah hati yang baik (pohon yang baik) atau menjadi orang yang mempunyai perbendaharaan hati yang baik. Di dalam komunitas agape yang saling mengasihi dan tidak saling menghakimi, kita dapat mengambil selumbar-selumbar dari mata saudara kita. Di sini Yesus menjelaskan bahwa perkataan dan kelakuan kita tergantung sepenuhnya pada perbendaharaan hati kita. Apakah perbendaharaan hati itu?

 

Di dalam hati kita, perbendaharaan adalah memori bawah sadar kita di mana kita menyimpan pikiran-pikiran, ide-ide, maupun gambar-gambar dari masa lalu. Bila memori bawah sadar itu jahat, jahatlah segala perkataan, sikap, serta kelakuan kita. Selama kita tidak menghapus memori bawah sadar yang jahat tersebut, kita tidak akan pernah berubah. Cara untuk menemukan memori bawah sadar yang jahat itu adalah lewat saling mendengar dengan empati, tanpa penghakiman. Belajarlah mendengarkan orang lain dengan hati yang penuh belas kasihan. Bayangkan kalau Anda ada di posisi yang didengar. Cobalah mengajukan pertanyaan sampai kita benar-benar memahami persoalan dan pergumulannya.

 

Cara kita mengetahui apakah kita mendengar dengan empati adalah bertanya kepada yang didengar apakah yang ia rasakan pada saat kita mendengarkanya. Bila kita benar-benar mendengar dengan empati, orang itu bisa merasakannya. Dalam suasana empati terjadi, perhatikan pembicaraan yang terjadi. Seringkali memori-memori masa lalu yang menyebabkan luka-luka itu akan muncul. Memori-memori implisit yang masuk di bawah usia 7 tahun akan dimunculkan oleh Tuhan. Pada saat itulah, kita dapat menghapus memori bawah sadar yang berdosa dan jahat, sehingga kita memiliki perbendaharaan hati yang baik.

2019-10-17T12:16:57+07:00