//25/10/13 – Gaya hidup utusan Bapa

25/10/13 – Gaya hidup utusan Bapa

Jumat, 25 Oktober 2013

GAYA HIDUP UTUSAN BAPA

Bacaan Firman
Bacalah Yohanes 9:1-4; 5:17, 19 dengan hati yang berdoa agar bisa menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Ketika Kristus dan murid-murid berjumpa dengan orang buta, apa komentar murid-murid? (Yohanes 9:1-2). Apa komentar Yesus? (Yohanes 9:3).
2. Apa perintah Allah bagi kita? (Yohanes 9:4). Bagaimana cara Yesus melakukan pekerjaan Bapa? (Yohanes 5:17, 19).:22).

Ketika murid-murid Yesus berjumpa dengan seorang buta, mereka beranggapan bahwa sakitnya orang tersebut disebabkan oleh dosanya sendiri atau dosa orang tuanya. Hal itu muncul dari pikiran yang tertanam di alam bawah sadar, untuk mengamati “dosa apa yang menyebabkan” seseorang sakit. Mereka tidak mengamati “pekerjaan-pekerjaan Bapa ingin dilakukan,” dalam diri orang itu. Yesus mempunyai cara pandang berbeda. Sebagai utusan Bapa, Yesus mengamati apa yang ingin dilakukan oleh BapaNya. Ia berkata, “Kita harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah (Bapa), selama masih siang …” Kata “Kita” menjelaskan tentang Yesus dan anggota tubuhNya. Puji Tuhan bahwa Yesus tidak sendirian melakukan pekerjaan-pekerjaan apostolik, tetapi Ia melibatkan kita semua. Yesus mau agar kita bergaya hidup seorang utusan.

Apa gaya hidup seorang utusan? (1). Selalu intim dengan Bapa. (2). Selalu mengamati apa yang ingin dilakukan oleh Bapa. (3). Selalu mengekspresikan apa yang ingin dilakukan oleh Bapa. Ketika kita mempraktekkan gaya hidup apostolik, maka Roh Kudus pasti menolong kita untuk mempraktekkan ketiga langkah ini. Ia diutus oleh Bapa untuk menolong kita melakukan pekerjaan apostolik (baca Yohanes 20:21-22; Kisah Para Rasul 1:8). Bila Roh Kudus mengurapi kita, maka kita dipakai untuk mengekspresikan pekerjaan-pekerjaan Bapa, sehingga terjadi kesembuhan dan mujizatpun. Mari, mempraktekkanlah gaya hidup seorang utusan: di komunitas sel, di pemuridan one on one, di kantor/ pekerjaan, di tempat usaha dan di sekolah atau kampus. Percayalah bahwa Roh Kudus akan menolong kita untuk bergaya hidup seorang utusan. Jika Yesus bisa, maka kita pun bisa. Ia tidak pernah meninggalkan kita atau pun membiarkan kita sendirian. Ia adalah Imanuel yang menyertai kita senantiasa.

Praktek
Temukan pikiran-pikiran bawah sadar yang keliru tentang pekerjaan apostolik (misi), misalnya: “Pekerjaan misi bukanlah untuk saya.” “Saya tidak mungkin dapat dipakai sebagai utusan Bapa.” Lakukanlah pembaharuan pikiran. Tanamkanlah firman Tuhan tentang pekerjaan misi (Yohanes 17:18; 14:10-12; 9:4).

2013-09-26T03:23:49+07:00