//25/11/13 – Perjanjian keintiman

25/11/13 – Perjanjian keintiman

Senin, 25 November 2013

PERJANJIAN KEINTIMAN

Bacaan Firman
Bacalah Ibrani 7:17-19, 22 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa peranan Kristus menurut kesaksian firman Tuhan? (ayat 17). Mengapa hukum Taurat dibatalkan? (ayat 18).

2. Mengapa hukum Taurat (perjanjian lama) tak membawa kesempurnaan? Bagaimana dengan pengharapan yang dihasilkan oleh Perjanjian Baru? (ayat 19). Siapakah jaminan bagi kita di Perjanjian Baru? (ayat 22).

Perjanjian adalah kesepakatan yang dibuat antara dua pihak, dimana masing-masing pihak melakukan bagiannya. Pada Perjanjian Lama, bagian orang Israel adalah taat kepada hukum Taurat, sedangkan bagian Tuhan adalah memberkati orang Israel. Namun, karena tidak ada seorangpun yang bisa taat kepada hukum Taurat, maka setiap manusia termasuk orang Israel yang hidupnya terkutuk dalam ketidaktaatan. Oleh sebab itu, Kristus mengambil inisiatif untuk membuat sebuah perjanjian yang baru, antara diriNya langsung dengan Bapa. Kristus mewakili kita untuk menerima semua hukuman karena ketidaktaatan kita. Kristus mewakili kita menerima semua konsekuensi dosa, bahkan Kristuslah yang melakukan hukum Taurat di dalam dan melalui kita. Bagaimana cara agar Kristus dapat mewakili kita? Satu-satunya cara adalah dengan bersatu dengan kita di dalam “pernikahan ilahi.” Dengan menjadi satu dengan Kristus, maka apa yang Kristus alami dapat kita alami juga. Jadi, bagian kita di dalam perjanjian yang baru adalah hidup intim dengan Kristus. Satu-satunya cara hidup dalam perjanjian keintiman adalah dengan mempraktekkan I.D.E:

1. Iman: kita harus percaya bahwa Kristus ada di dalam dan di antara kita (2 Korintus 13:5).

2. Dialog: jika kita percaya bahwa kita begitu dekat dengan Kristus, kita harus membangun pembicaraan dua arah dengan Kristus. Melalui itu, kita dapat mengetahui apa yang Kristus mau lakukan melalui kita.

3. Ekspresi: setelah kita mengetahui kehendak Kristus, maka kita dapat mengekspresikan kehendak Kristus tersebut.

Praktek Firman Tuhan
1. Bagaimana cara mempraktekkan bagian kita dalam Perjanjian Baru? Diskusikan bagaimana mempraktekkan I.D.E. (Iman, Dialog, Ekspresi)?
2. Menanam firman: Renungkan dan perkatakanlah Ibrani 7:19 secara berulang-ulang.

2013-10-23T04:00:48+07:00