//26/02/17 – Dasar yang tak terguncangkan

26/02/17 – Dasar yang tak terguncangkan

Minggu, 26/02/2017

DASAR YANG TAK TERGUNCANGKAN


M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Lukas 6:46-49

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Apa yang Yesus katakan kepada orang yang berseru, “Tuhan, Tuhan…”? (ay. 46)

2. Perumpamaan apakah yang diberikan oleh Yesus untuk menjelaskan tentang orang yang taat dan yang tidak taat? Temukan apa perbedaan dan persamaan dari orang yang bijak dan orang yang bodoh! (ay. 47-49)

3. Bagaimana caranya menjadi orang yang bijak? (ay. 47-48)

 

PENGAJARAN:

Bagian ini sangat penting. Mengapa? karena ini adalah bagian akhir dari Khotbah di Bukit dan sekaligus merupakan intisari dari Firman Kerajaan. Khotbah di Bukit adalah pengajaran tentang bagaimana kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan (Penguasa Tunggal) di dalam hidup kita. Di sini Yesus menuntut orang-orang yang berseru“Tuhan, Tuhan”agar taat kepadaNya. Jadi, orang yang mau menyebut Dia sebagai Tuhan adalah orang yang telah menjadikan Dia sebagai penguasa tunggal dalam hidupnya.

Mengapa banyak orang yang tidak taat kepada Yesus? Penyebabnya adalah karena mereka melihat Yesus hanya sebagai Juruselamat dan bukan Tuhan. Itulah sebabnya, banyak orang yang melihat Firman Allah sebagai hanya 10 ajakan/himbauan Musa, dan bukan Firman Kerajaan. Bila kita hanya melihat Yesus sebagai Tuhan, kita akan mempraktikkan Firman Allah sebagai 10 perintah Tuhan. Jadi, dengan menjadikan Yesus sebagai penguasa tunggal hidup kita, kita diumpamakan sebagai orang bijak yang mendirikan rumah di atas batu karang. Hidup kita akan kokoh jika didirikan di atas dasar kerajaan yang tidak terguncangkan.

2019-10-17T12:16:51+07:00