//26/09/13 – Imam yang tidak berfungsi

26/09/13 – Imam yang tidak berfungsi

Kamis, 26 September 2013

IMAM YANG TIDAK BERFUNGSI

Bacaan Firman
Bacalah Amos 7:10-17 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Siapakah Amazia (ayat 10)?
2. Mengapa Amazia sebagai seorang imam yang tidak berfungsi (ayat 12-13)?

Pernahkah Anda mendengar pernyataan ini, “Jangan mempergunakan posisi atau kedudukan Anda untuk tujuan yang salah.” Kita sudah belajar tentang peran seorang imam, yakni sebagai perantara yang membawa manusia kepada Allah dan membawa petunjuk Allah kepada manusia. Di dalam renungan Saat Teduh hari ini, nabi Amos menulis bahwa Amazia tidak berfungsi sebagai imam, malah ia menjauhkan orang Israel dari Allah dan membuat mereka hidup dalam dosa. Yerobeam adalah raja Israel yang hidup dalam dosa, sehingga Amos menyampaikan firman Tuhan kepadanya untuk bertobat dan berbalik kepada Allah. Tetapi justru Amazia mengirim pesan kepada Yerobeam, “Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya,” (ayat 10). Namun karena Yerobeam belum bertindak, ia menantang Amos, “Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan,” (ayat 12-13). Perhatikan perkataan Amazia, “Sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.” Inilah imam yang tidak berfungsi. Ia bukan mementingkan tempat kudus Allah, tetapi lebih mementingkan tempat suci kerajaan. Kita patut bertanya: apakah Amazia melayani Allah atau Raja Yerobeam? Ia memakai jabatan imam bukan untuk tujuan yang benar, tetapi untuk menghancurkan bangsa Israel dan rencana Allah atas mereka. Kesalahan Amazia harus dibayar mahal, karena murka Allah turun atas seluruh orang Israel. Amos bernubuat, “Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan,” (ayat 17). Bagaimana dengan kita yang menjadi imam-imam Allah saat ini? Apakah kita berfungsi sebagai imam sejati atau menjerumuskan orang ke dalam dosa?

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan pada saat teduh hari ini? Apakah komitmen Anda menjadi Imam-imam Allah dalam hidup Anda?

2013-08-24T04:28:45+07:00