//26/11/12 – Berani tawar-menawar dengan Tuhan

26/11/12 – Berani tawar-menawar dengan Tuhan

Senin, 26/11/2012

BERANI TAWAR-MENAWAR DENGAN TUHAN

Bacaan Firman
Bacalah Kejadian 18:16-33 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Apa kata Abraham? (ayat 27, 31).
2. Bagaimanakah caranya Abraham menunjukkan sifat beraninya?(ayat 32).

Tak seorangpun yang berani berbicara dengan lantang kepada Tuhan, apalagi menyangkut hal-hal yang sangat sensitif. Tetapi, dalam renungan saat teduh hari ini, kita menemukan seseorang bernama Abraham yang menjadi sahabat Tuhan justru berani tawar-menawar dengan Tuhan. Meski sempat berkata, “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu,” tetapi tidak ada ketakutan di dalam diri Abraham ketika ia tawar-menawar dengan Tuhan demi keadilan dan kebenaran. Dengan berani ia berkata kepada Tuhan, “Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”(ayat 25). Keberanian yang seperti ini sangat dibutuhkan oleh kita yang hidup di akhir zaman. Sebab, perbandingan orang benar dan orang fasik sudah jauh berbeda, tetapi karena tidak ada orang Kristen yang berani tawar-menawar dengan Tuhan, maka murka dan hukuman Allah tetap terlaksana di mana-mana. Jika kita menyadari posisi kita di hadapan Tuhan karena Yesus, maka kita akan berani tawar-menawar pada Tuhan tentang nasib bangsa-bangsa. Namun, satu hal yang perlu kita sadari adalah Abraham telah bergaul karib dengan Tuhan, sehingga berani ia tawar-menawar dengan Tuhan dalam posisi sebagai sahabat. Sedangkan kita tidak akan berani melakukan hal itu jika kita belum menjadi sahabat Allah. Oleh karena itu, jikalau kita ingin memiliki keberanian untuk tawar-menawar dengan Tuhan, maka kita harus membangun hubungan dengan Tuhan yang lebih meningkat lagi sampai menjadi sahabat Tuhan. Rindukah Anda mengalami pengalaman seperti Abraham yang bisa tawar-menawar dengan Tuhan? Jikalau Anda rindu, maka sekarang waktunya untuk membangun keintiman dengan Tuhan. Mengapa? Karena Yesus telah menebus kita dan menjadikan kita milik Allah.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan dari renungan firman Tuhan ini? Komitmen apakah yang akan Anda lakukan mulai hari ini? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

2012-10-25T04:47:42+00:00