//27/01/14 – Musibah di Efesus

27/01/14 – Musibah di Efesus

Senin, 27 Januari 2014

MUSIBAH DI EFESUS

Bacaan Firman
Bacalah Kisah Para Rasul 20:29-31; Efesus 2:6; Wahyu 2:1-7 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Bagaimana mungkin jemaat yang dahsyat bisa mengalami kejatuhan yang begitu besar?
2. Hal apakah yang sama bisa terjadi dalam gereja akhir zaman?

Efesus yang dulu merupakan jemaat terhebat yang penuh kasih justru meninggalkan kasih mula-mulanya. Tadinya mereka mengasih Yesus dan Firman-Nya, mengasih para pemimpin dan jemaat dan mengasihi jiwa-jiwa yang masih terhilang. Mereka telah duduk bersama Yesus di tempat sorgawi sehingga diurapi, memiliki kuasa dan otoritas dan sanggup membawa Injil kepada setiap orang. Sekarang mereka dalam keadaan malang. Mereka meninggalkan kasih mula-mula. Mereka tidak lagi berpusat kepada Yesus, tapi lebih mementingkan diri, organisasi dan kehendaknya sendiri. Mereka tidak lagi mengasihi para pemimpin dan jemaat karena mereka saling menghina, memfitnah dan menjatuhkan yang lain. Mereka tidak lagi memiliki semangat penginjilan karena kini mereka hanya menjaga nama dan posisinya. Oleh karena itu, mereka telah jatuh dari tempat sorgawi. Mereka disuruh: “Ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!” Sekarang mereka bukan di tempat sorgawi dengan Yesus dan urapan Roh Kudus lagi, tapi di alam duniawi dengan tenaga kedagingan yang sama sekali tidak mampu membawa kepada kemenangan. Betapa sedihnya Yesus. Yesus menyuruh mereka untuk, “Ingatlah … Bertobatlah!” Mereka sedang berjalan semakin jauh dari pola Allah. Karena itu, Kaki Dian (Firman, Urapan, Terang Allah) akan diambil dari mereka dan mereka akan tertinggal dalam kegelapan. Ingat betapa ajaibnya kuasa Tuhan bekerja dan menghancurkan kuasa kegelapan, dewi Artemis, serta membawa Injil kepada setiap jiwa. Di manakah kuasa itu yang sanggup menghancurkan kuasa Artemis dan memenangkan bangsa-bangsa? Apakah sudah tidak ada lagi? Apakah Bapa di sorga sudah pensiun? Apakah Yesus kini hanya di kursi roda? Apakah Roh Kudus sudah memakai tongkat penyangga dan kehilangan urapan-Nya? Apakah darah Yesus tidak lagi mampu melakukan mukjizat? Apakah Salib Kristus sudah tidak lagi berkuasa? Mereka … dan kita … harus kembali ke kasih mula-mula, persatuan Tubuh Kristus dalam kota-kota kita, pelayanan para penatua dan lima jawatan. Kita harus kembali pada kasih dan kebenaran serta melakukannya. Kita harus jatuh cinta kembali dengan semua orang percaya dan mengizinkan Roh Kudus bekerja sepenuhnya di tengah-tengah kita.

Praktek
Apalagi yang dapat kita perbuat selain mempraktekkan ketiga perintah Yesus: 1. Ingatlah betapa dalam kita sudah jatuh. 2. Bertobatlah – berhenti dan balik arah. 3. Lakukan kembali apa yang semula dilakukan. Bahas di komsel bagaimana kita dapat melakukan pemulihan itu.

2019-10-01T01:40:36+07:00