//27/01/18 – Praktik manusia baru sebagai kesaksian hidup (2)

27/01/18 – Praktik manusia baru sebagai kesaksian hidup (2)

Sabtu, 27/01/2018

PRAKTIK MANUSIA BARU SEBAGAI KESAKSIAN HIDUP (2)

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus
Kolose 4:6

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
1. Untuk mempraktikkan manusia baru dalam kesaksian hidup, apa yang pertama-tama kita harus jaga? (ay. 6a)
2. Apa tujuan utama kita menjaga kata-kata kita agar tidak hambar? (ay. 6b)
3. Sudahkah Anda menghidupi Firman Tuhan ini dalam praktik sehari-hari? Jika belum, kapankah Anda akan mempraktikkannya?

Pengajaran
Hal tersulit yang dituntut dari orang Kristen untuk mempraktikkan manusia baru dalam hidup hidup adalah menjaga perkataan. Paulus menegaskan, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Bukan hanya itu, Yakobus pun menulis, “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dizinakkan dan telah dizinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan,” (Yak. 3:2-8).

 

 

2019-10-17T10:21:52+07:00