//27/05/18 – Kasih yang tidak egois

27/05/18 – Kasih yang tidak egois

Minggu, 27/05/2018

KASIH YANG TIDAK EGOIS

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus
Filemon 1:12-14

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
1. Mengapa Paulus menyebut Onesimus sebagai buah hatinya? (ay. 12)
2. Menurut pendapat pribadi Anda, mengapa Paulus mau menahan Onesimus? (ay. 13-14a)
3. Mengapa tindakan Paulus seakan-akan dibatasi haknya oleh karena kasih? (ay. 14b)

Pengajaran
Pertobatan dan pertumbuhan iman dalam hidup Onesimus telah membuat Paulus yakin untuk menerima Onesimus menjadi rekan sekerjanya. Namun di sisi lain, hati bapa yang ada dalam Paulus lebih besar dari semuanya, sehingga dia merelakan Onesimus untuk kembali lagi kepada Filemon. Paulus telah mengurai benang yang kusut dan memperbaiki hubungan yang retak di antara Onesimus dengan Filemon. Dia telah mengupayakan rekonsiliasi antara Onesimus dan Filemon. Inilah praktik kasih, yaitu Paulus tidak mementingkan dirinya tetapi justru mengejar kepentingan orang lain. Sudahkah kita belajar dari Paulus? Ketika kita mengaku atau berpikir mengasihi orang lain, apakah kita sudah melepaskan semua keegoisan kita?

2019-10-12T10:44:40+07:00