//27/09/13 – Imam yang taat tetapi tidak percaya

27/09/13 – Imam yang taat tetapi tidak percaya

Jumat, 27 September 2013

IMAM YANG TAAT TAPI TIDAK PERCAYA

Bacaan Firman
Bacalah Lukas 1:5-25 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Bacalah perikop ini agar memahami maksudnya. Bagaimana kehidupan Zakharia (ayat 6)?
2. Menurut pemahaman Anda, mengapa Zakharia tidak percaya?

Dalam renungan Saat Teduh beberapa minggu ini, kita tahu tugas dan peran seorang imam. Ada imam yang berperan sempurna seperti Yesus, ada juga yang tidak sesuai tugasnya. Hari ini, kita akan melihat imam lain, yakni Zakharia bersama Elisabet, hidup benar di hadapan Allah. Suatu kali, ia ditunjuk untuk melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan: membakar ukupan di dalam Bait Suci. Yang tak disangka-sangka adalah seorang malaikat menampakkan diri dan berkata, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya,”(ayat 13-17). Itulah kabar baik dan kita mungkin bersukacita atas kunjungan ilahi ini. Tapi, Zakharia sebagai imam justru tidak percaya, sehingga malaikat Gabriel berkata, “Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya,”(ayat 20). Apakah Anda sebagai imam yang tidak percaya atau imam yang mengharapkan lawatan Tuhan? Jadilah imam yang percaya, karena Allah kita hidup dan Ia pasti bisa berbicara kepada kita.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan hari ini? Apakah komitmen Anda sebagai seorang imam? Bagikan pengalaman Anda di komunitas Anda.

2013-08-24T04:30:29+07:00