//27/10/12 – Jangan membatasi kuasa Tuhan

27/10/12 – Jangan membatasi kuasa Tuhan

Sabtu, 27/10/2012

JANGAN MEMBATASI KUASA TUHAN

Bacaan Firman :
Bacalah Yohanes 5:1-18 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Bagaimanakah caranya orang lumpuh membatasi kuasa Tuhan? (ayat 6-8).
2. Apa kata Yesus kepada orang-orang yang berusaha membatasi kuasa Tuhan? (ayat 17).

Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong kita. Kuasa Tuhan tidak terbatas untuk menolong kita. Kekuatan Tuhan tidak lekang oleh waktu untuk menopang hidup kita. Firman Tuhan tetap kekal selama-lamanya untuk mengadakan mukjizat. Lalu, mengapa kita tidak menyaksikan kuasa Tuhan yang hebat itu terjadi atas kita? Jawabannya adalah karena kita suka membatasi Tuhan dengan kepercayaan yang salah bahwa kuasa Roh Kudus sudah berakhir ketika para rasul mati. Hal itulah yang menghalangi kuasa Allah untuk bekerja. Dalam bacaan kita hari ini, orang lumpuh yang sedang berbaring di samping kolam dekat Pintu Gerbang Domba berpikir bahwa mukjizat kesembuhan hanya terjadi pada orang yang pertama kali masuk ke dalam kolam ketika malaikat menggoncang airnya. Itulah sebabnya ketika Yesus bertanya kepada orang lumpuh itu, “Maukah engkau sembuh?” dan ia menjawab, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Akhirnya, orang lumpuh itu menyadari kuasa tak terbatas yang dimiliki oleh Yesus. Ketika Yesus berkata kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah,”(ayat 8). Orang lumpuh itu mulai mempercayai kuasa Allah yang tidak terbatas bahwa jika ia taat, maka mukjizat akan terjadi. Yohanes menulis, “Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan,”(ayat 9). Mengapa orang lumpuh itu sembuh seketika? Karena Yesus berkata, “Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga,”(ayat 17). Jika Allah masih bekerja sampai sekarang, maka mukjizat pasti terjadi. Oleh karena itu, janganlah Anda membatasi kuasa Tuhan untuk bekerja. Bangkit dan alamilah mukjizat Tuhan. Sebab Ia selalu peduli dengan setiap kebutuhan manusia.

Praktek
Pencerahan seperti apakah yang Anda dapatkan dari renungan hari ini? Bagikan pengalaman Anda kepada teman-teman di komunitas sel.

2012-09-28T09:52:06+00:00