//27/10/13 – Dispilin Rohani #1

27/10/13 – Dispilin Rohani #1

Minggu, 27 Oktober 2013

DISIPLIN ROHANI #1

Bacaan Firman
Bacalah 1 Timotius 4:7-8 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang harus kita jauhi dan hal apakah yang harus kita lakukan? (ayat 7).
2. Apakah sajakah manfaat dari ibadah? (ayat 8).

Sebelum menjadi orang Kristen, Paulus sangat disiplin beribadah. Sebagai orang Farisi, ia berpuasa, berdoa, membaca Alkitab, memberi sedekah, beribadah dengan tekun dan ketat. Setelah menjadi orang Kristen dan hidup dalam kasih karunia, Paulus tidak membuang disiplin rohaninya. Ia tetap melakukannya, namun dengan makna yang baru sesuai kasih karunia. Jadi, mempraktekkan disiplin rohani tidak berarti kembali kepada Taurat, tapi justru disiplin rohani adalah sarana kasih karunia. Sekarang, mari kita melihat apa kaitan disiplin rohani dengan pemulihan hidup kita. Ingat, kita hanya dapat dipulihkan bila pikiran-pikiran memori bawah sadar kita dipulihkan. (1). Pikiran-pikiran bawah sadar yang tidak benar/ berdosa disingkirkan. (2). Pikiran-pikiran bawah sadar yang benar dan penuh kasih diteguhkan/ diperkuat. (3). Pikiran-pikiran benar/ penuh kasih yang baru ditanam di memori bawah sadar kita. Kita menyingkirkan pikiran-pikiran yang tidak benar dan meneguhkan/ menanam pikiran-pikiran yang benar/ penuh kasih di memori bawah sadar kita. Untuk itu, kita perlu mempraktekkan 2 macam disiplin:
a). Disiplin menyingkirkan pikiran yang tidak benar (disiplin pertarakan), yaitu: menyendiri, berdiam diri, berpuasa, kesederhanaan, kerahasiaan dan pengorbanan.
b). Disiplin meneguhkan/ menanam pikiran benar/ penuh kasih (disiplin keterlibatan), yaitu: belajar, menyembah, perayaan, berdoa, bersekutu, pengakuan dosa, penundukan diri. Semua disiplin ini tidak harus dipraktekkan secara bersamaan dalam satu waktu. Sebab, dalam konteks pemulihan pikiran bawah sadar, ada beberapa disiplin rohani yang perlu kita praktekkan bersama-sama: (1). Disiplin berdiam diri, menyendiri dan kerahasiaan bermanfaat untuk penyingkapan pikiran bawah sadar. Dengan menyendiri, rileks, kita masuk ke tempat rahasianya Allah untuk berjumpa dengan Dia, sehingga pikiran bawah sadar terbuka sehingga bisa tersingkap. (2). Disiplin bersekutu dan pengakuan dosa bermanfaat untuk mempraktekkan sharing yang penuh empati, sehingga pikiran-pikiran bawah sadar lebih efektif disingkapkan. (3). Disiplin berdiam diri, menyembah, berdoa, belajar, dan berpuasa berguna untuk proses detoksifikasi. Dengan disiplin ini, kita meneguhkan/ menanam pikiran yang benar/ penuh kasih ke dalam memori bawah sadar kita. Jadi, praktekkanlah hal ini agar mengalami pembaharuan hidup.

Praktek
Praktekkanlah disiplin ini rohani sesuai kebutuhan Anda dan ceritakan berkat yang Anda dapatkan dalam praktek ini kepada orang-orang yang membutuhkannya.

2019-10-10T04:00:18+07:00