28/04/19

Minggu, 28/4/2019

  • Bacaan: 1 Tawarikh 14-16; Matius 25-26
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL : 1 Tawarikh 15:25-29

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini di hadirat Tuhan!
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi). Pelajari dan catatlah hal-hal yang didapatkan dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah hasil perenungan pribadi Anda hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4 yang akan Anda lakukan.

 

Renungan:

Setiap orang yang hidup di dunia memiliki pilihan tersendiri untuk hidup menurut kehendak Tuhan atau kemauannya sendiri. Dalam renungan hari ini, kita melihat berbagai reaksi yang muncul dalam bentuk tindakan nyata yang terlihat. Ketika Daud dan para tua-tua Israel serta para pemimpin Israel mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari rumah Obed-Edom, ada sukacita yang terpancar dari tindakan mereka: (1) Daud memilih untuk menari-nari dengan sukacita sambil melompat kegirangan di hadapan Tuhan; (2) para imam dan orang Lewi serta para penyanyi bersukacita di hadapan Tuhan; (3) seluruh orang Israel turut serta dalam pengangkutan tabut perjanjian bersorak-sorak di hadapan Tuhan. Dari sukacita raya itu, terdengar bunyi sangkakala, nafiri, ceracap, permainan gambus dan kecapi. Sayang, dalam keriuhan yang hebat di hadapan Tuhan itu, ada sosok keempat yang memakai hak pilihnya untuk tidak bersukaria di hadapan Tuhan. Ia adalah Mikhal, anak perempuan Saul yang memandang rendah Daud dalam hatinya. Akibatnya ia mandul hingga mati. Jika ia memilih untuk bersukacita di hadapan Tuhan, mungkin saja Tuhan membuka kandungannya untuk melahirkan anak yang akan menjadi pewaris takhta Daud. Pilihan hatinya telah merusak segalanya.

2019-10-12T09:34:58+07:00