//28/01/14 – Apakah kita bertelinga untuk mendengar?

28/01/14 – Apakah kita bertelinga untuk mendengar?

Selasa, 28 Januari 2014

APAKAH KITA BERTELINGA UNTUK MENDENGAR?

Bacaan Firman
Bacalah Wahyu 2:7; 2:11; 2:17; 2:29; 3:6; 3:13; 3:22 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Mengapa Yesus 7 kali berkata, “Siapa bertelinga”?
2. Apa janji Yesus untuk mereka yang mendengar dan menang?

Kenapa Yesus berseru tujuh kali? Apa karena kita sudah tuli rohani? Kenapa berita itu harus diberikan kepada seluruh Tubuh Kristus, yaitu 7 Sidang jemaat? Karena pola Yesus adalah mutlak penting. Inilah Rumah Bapa. Inilah Bait Suci, tempat kediaman Roh Kudus. Inilah Tubuh Kristus. Masalahnya adalah setiap gereja merasa dirinya paling benar dan seringkali mengeritik gereja yang lain karena perbedaannya. Mungkin kita harus sadar bahwa pesan-pesan kepada ketujuh jemaat Asia Kecil juga adalah pesan Yesus kepada kita. Kita harus mendengar dan kita bertobat. Kita tidak boleh membangun sembarangan. Kita tidak boleh membangun sesuai pikiran manusia dan menurut keinginan kedagingan manusia. Hal itu akan membawa kita ke Babel, kota najis yang dimurkai Tuhan. Kita harus mendengar suara seruan kasih Allah yang memanggil kita untuk kembali ke pola asli. Pola asli itulah kantong kulit baru yang selalu sanggup menerima air anggur baru. Kita harus memilih ke arah mana kita mau berjalan. Kita harus memilih kantong kulit mana yang benar-benar Alkitabiah, dan kita harus memilih air anggur mana yang kita mau minum– yang tua atau yang baru? Inilah pilihan kita. Apa pilihan Anda? Para pemenang diberi janji-janji mulia yaitu, mereka akan makan dari pohon kehidupan, tidak akan menderita kematian yang kedua, diberi manna yang tersembunyi, namanya ditulis di atas batu putih, memiliki kuasa atas bangsa-bangsa, namanya tidak dihapuskan dari kita kehidupan, menjadi sokoguru dalam Rumah Tuhan, dan akan duduk di takhta Allah bersama dengan Yesus. Semuanya ini tersedia bagi orang-orang percaya yang sungguh mau menjadi kantong kulit yang baru.

Praktek
Hari ini, ambil sebagian waktu Anda untuk tidak berbicara atau melakukan hal lain. Duduk atau berlutut dengan tenang, buka telingamu dan mendengar. Izinkan Tuhan berbicara di dalam hatimu dan pikiranmu. Doa bukan satu arah, tetapi dua arah. Anda berbicara kepada Tuhan dan pasti Dia dengar. Sekarang giliran kita – dengarkanlah suara Tuhan.

2013-12-17T04:38:16+07:00