//28/02/13 – Kasih yang tidak pernah pudar di dalam hati

28/02/13 – Kasih yang tidak pernah pudar di dalam hati

Kamis, 28/02/2013

KASIH YANG TIDAK PERNAH PUDAR DI DALAM HATI

Bacaan Firman
Bacalah Yohanes 20:11-18 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Apa kata Maria saat dua malaikat dan Yesus bertanya tentang apa yang dicari (ayat 13-15)?
2. Karena kasih yang tidak pudar dalam hati, apa percakapan Yesus dan Maria (ayat 16-17)?

Tak seorang pun yang tahu apa yang ada dalam hati seseorang kecuali Tuhan. Dalam renungan hari ini, kita melihat bahwa kasih Maria kepada Yesus tidak pernah pudar di dalam hati, meski Yesus telah dikubur tiga hari. Karena rasa kasihnya begitu besar kepada Tuhan, dua malaikat yang hadir di kuburan Yesus pun tidak bisa memuaskan hati Maria. Ia tetap menangis dan berkata, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Oleh sebab kasih Maria yang tidak pudar itulah, maka Yesus bertanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Pertanyaan tersebut membuat Maria makin penasaran, “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Pada momen itulah Yesus yang baru saja dibangkitkan dari antara orang mati, tidak mampu menahan diri untuk memanggil, “Maria!” Pada saat itulah Maria berpaling dan berkata, “Rabuni!”, artinya Guru. Mengapa Maria langsung mengenal suara Yesus ketika namanya dipanggil? Karena tidak seorang pun yang tahu namanya kecuali Tuhan. Ia tahu kalau kita berdiri atau duduk. Ia tahu apa pun yang sedang kita butuhkan. Oleh karena itu, Ia harus memanggil nama Maria, agar Maria tahu bahwa Yesus masih peduli kepada dirinya. Nah disinilah sukacita Maria meluap-luap dan ia melompat untuk merangkul Yesus. Tetapi, Yesus berkata, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Allah yang kita sembah di dalam Yesus sanggup mengetahui kedalaman hati manusia. Ia tahu bahwa apabila kasih kita kepada Dia tidak pernah pudar, maka Ia pasti menyatakan diriNya pada kita. Bagaimana dengan Anda? Rindukah Anda untuk mengalami pengalaman seperti Maria?

Praktek
Pencerahan apa yang Anda dapat dari renungan firman Tuhan hari ini? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

2013-01-24T04:01:20+00:00