//28/07/2012 – Semunya kebahagiaan orang fasik

28/07/2012 – Semunya kebahagiaan orang fasik

Sabtu, 28/07/2012

SEMUNYA KEBAHAGIAAN ORANG FASIK

Bacaan Firman :
Bacalah Mazmur 37:1-40 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Menurut Anda, apa bedanya antara kebahagiaan orang benar dan orang fasik?
2. Jelaskan menurut bahasa Anda bagaimana akhir hidup dari orang benar dan orang fasik.

Mazmur 37 adalah mazmur hikmat yang memerintahkan kita untuk menjaga perspektif yang benar selama kita hidup di bumi. Seperti Kitab Amsal, puisi instruksional ini berisi ucapan-ucapan hikmat yang mendorong kita untuk memiliki pandangan jangka panjang dari perspektif kekal. Jika kita membaca Mazmur 37, maka kita melihat gambaran dari perbedaan besar antara orang fasik dan orang benar. Untuk masa-masa yang jangka pendek, maka tampaklah bahwa mereka yang menolak untuk mengakui Allah kelihatannya makmur, sedangkan mereka yang mencari Tuhan seakan-akan menderita. Namun, kita sebagai orang benar tidak perlu khawatir, marah, iri atau cemas. Kita harus memiliki sikap yang tepat untuk mempertahankan yang benar demi kehidupan kekal nanti. Ada 4 perintah yang melibatkan hubungan kita dengan Tuhan: (1). Percayalah kepada Tuhan (ayat 3, 5). Meski orang fasik tetap berbuat jahat, orang benar dipanggil untuk tetap percaya pada karakter dan janji-janji Tuhan, bahwa Tuhan bekerja sama dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kepada umat-Nya. (2). Bergembiralah karena Tuhan (ayat 4). Biarkan kedekatan Allah bekerja di dalam hidup Anda (Mazmur 73:28) dan menumbuhkan keintiman dengan Dia. Ini membutuhkan disiplin diri kita untuk bersekutu dengan Tuhan lewat pujian dan penyembahan, doa dan membaca Firman Tuhan. (3). Berkomitmen untuk hidup bagi Tuhan (ayat 5). Kita harus memberikan kepada Tuhan semua rencana, impian, harapan dan keinginan kita kepada Tuhan. Satu-satunya yang benar-benar menjadi milik kita adalah apa yang kita berikan kepada Allah. (4). Diamlah dan menunggu Tuhan (ayat 7, 9, 34). Waktu Tuhan berbeda dengan waktu kita. Seringkali penantian kita terhadap jawaban Tuhan yang tampaknya lama membuat kita kuatir, takut, tidak percaya. Tetapi, jika kita tetap percaya kepada Tuhan, maka kita juga harus percaya pada waktu-Nya.

Praktek
Hal terpenting apakah yang Anda dapatkan dari renungan ini? Ceritakan pengalaman anda di komsel agar anggota-anggota komsel juga mengalami pengalaman indah bersama Tuhan.

2019-09-29T10:07:04+00:00