//28/08/13 – Kehendak Allah yang tidak diselesaikan

28/08/13 – Kehendak Allah yang tidak diselesaikan

Rabu, 28 Agustus 2013

KEHENDAK ALLAH YANG TIDAK DISELESAIKAN

Bacaan Firman
Bacalah I Raja-raja 19:15-18; II Raja-raja 10:30-36 dan doa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa perintah Allah kepada nabi Elia tentang Yehu (I Raja-raja 19:15-18)?
2. Apa akibat Yehu tidak melakukan kehendak Allah sepenuhnya (II Raja-raja 10:30-33)?

Dalam renungan Saat Teduh hari ini, kita melihat salah satu nubuatan Allah kepada nabi Elia adalah mengurapi Yehu menjadi raja atas Israel. Tapi, Elisalah yang mengurapi Yehu setelah diurapi oleh nabi Elia. Karena memahami maksud Allah, maka Elisa mengutus muridnya untuk pergi dan mengurapi Yehu menjadi raja. Setelah Yehu diurapi menjadi raja Israel dan melakukan kehendak Allah, maka, “Berfirmanlah TUHAN kepada Yehu: ‘Oleh karena engkau telah berbuat baik dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku, dan telah berbuat kepada keluarga Ahab tepat seperti yang dikehendaki hati-Ku, maka anak-anakmu akan duduk di atas takhta Israel sampai keturunan yang keempat,'”(II Raja-raja 10:30). Luar biasa. Allah memuji Yehu, bahwa ia melakukan apa yang ada dalam hati Tuhan. Tetapi, Yehu tidak menyelesaikan kehendak Allah dengan sempurna. Dikatakan, “Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Pada zaman itu mulailah TUHAN menggunting daerah Israel, sebab Hazael mengalahkan mereka di seluruh daerah Israel di sebelah timur sungai Yordan dengan merebut seluruh tanah Gilead, tanah orang Gad, orang Ruben dan orang Manasye, mulai dari Aroër yang di tepi sungai Arnon, baik Gilead maupun Basan,”(II Raja-raja 10:31-33). Kehendak TUHAN adalah mendudukkan keturunan Yehu sebagai raja atas Israel sampai keturunan yang keempat. Inilah janji Allah yang tak terduga. Namun, janji itu menjadi hancur karena Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Kepekaan terhadap kehendak TUHAN bukanlah hasil dari satu atau dua kali doa, tetapi kedekatan kita dengan TUHAN yang dibangun setiap hari dalam jangka waktu yang lama. Karena itu, berdoalah agar TUHAN memberikan pada kita telinga seorang murid, yang mau mendengar suara Tuhan dan melakukannya dengan sepenuh hati. Mari, lakukanlah kehendak Tuhan dengan segenap hati. Jangan setengah-setengah.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan dari renungan firman Tuhan hari ini? Apa komitmen Anda?

2013-07-25T04:29:42+07:00