//28/09/13 – Imam yang tidak menghormati Tuhan

28/09/13 – Imam yang tidak menghormati Tuhan

Sabtu, 28 September 2013

IMAM YANG TIDAK MENGHORMATI TUHAN

Bacaan Firman
Bacalah I Samuel 2:27-36 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa teguran Tuhan kepada Imam Eli (ayat 27-29)?
2. Mengapa imam Eli dianggap gagal (ayat 30)?

Tujuan dari renungan Saat Teduh hari ini adalah agar kita menghargai peran kita sebagai seorang imam di hadapan Tuhan. Seringkali kita tidak menghormati Tuhan lewat peran imam yang dipercayakan pada kita. Lihatlah betapa seriusnya Tuhan terhadap peran imam, sehingga Ia menegur Imam Eli, “Beginilah firman TUHAN: Bukankah dengan nyata Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu, ketika mereka masih di Mesir dan takluk kepada keturunan Firaun? Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, supaya ia mempersembahkan korban di atas mezbah-Ku, membakar ukupan dan memakai baju efod di hadapan-Ku; kepada kaummu telah Kuserahkan segala korban api-apian orang Israel. Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?” (ayat 27-29). Imam Eli tidak menegur anak-anaknya yang berdosa kepada Tuhan, bahkan ia menghormati anak-anaknya lebih daripada menghormati Tuhan. Pernahkah kita melakukan hal yang sama? Adakah kita telah menempatkan keluarga, karier dan kesuksesan kita di atas Tuhan? Bertobatlah. Jika kita tidak bertobat, maka kita harus memperhatikan peringatan ini, “Sebab itu — demikianlah firman TUHAN, Allah Israel — sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — demikianlah firman TUHAN –: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah,” (ayat 30). Ketika Tuhan menganggap kita telah menghina namaNya, maka kita akan dipandang rendah. Kita harus bersyukur bahwa firman Tuhan ini telah menegur kita untuk tidak melakukan hal yang bodoh seperti imam Eli lagi. Kita yang hidup di zaman anugerah harus lebih baik dari mereka yang hidup dari Hukum Taurat. Hormatilah peran kita sebagai imam Allah.

Praktek
Sudahkah kita menghormati peran kita sebagai imam? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

2013-08-24T04:32:04+07:00