//28/10/13 – Disiplin Rohani #2

28/10/13 – Disiplin Rohani #2

Senin, 28 Oktober 2013

DISIPLIN ROHANI #2

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 9:24-27 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Siapa yang mendapat hadiah? (ayat 24). Bagaimana cara menjadi pemenang? (ayat 25).
2. Hal apakah yang dilakukan oleh Paulus agar ia menjadi pemenang? (ayat 26-27).

Pernahkah Anda memiliki seorang idola? Mereka yang mengidolakan seseorang, biasanya selalu ingin menjadi seperti orang yang mereka idolakan. Biasanya, mereka mencoba meniru gaya dan penampilan sang idola. Anda mau menjadi pemain bola yang hebat seperti Lionel Messi (idola Anda), maka Anda memakai pakaian dan sepatu yang sama, bahkan meniru gaya rambut dan gaya berlarinya di lapangan. Meski demikian, Anda tidak akan pernah bisa menjadi seperti idola Anda. Mengapa? Sebab Anda hanya mencoba meniru penampilannya. Idola Anda hebat bukan karena gaya dan penampilan, tetapi karena latihan (disiplin) yang ia praktekkan selama bertahun-tahun. Hal yang sama juga terjadi dengan kita. Jika kita mau menjadi serupa Kristus, kita tidak hanya meniru untuk taat seperti Yesus, melayani dan mengasihi seperti Yesus saja, tapi kita harus mempraktekkan disiplin rohani yang dilakukan Yesus. Untuk mengatasi pencobaan, Yesus perlu mempraktekkan disiplin-disiplin rohani seperti: berdoa, puasa, menyendiri, berdiam diri, dan disiplin rohani lainnya. Agar dapat memilih dan mengutus murid-muridNya, Ia mempraktekkan disiplin berdoa semalaman, berdiam diri, menyendiri, dan disiplin-disiplin rohani lainnya. Jadi, kita perlu meniru disiplin rohani yang dilakukan Yesus. Dapatkah kita sekedar menirunya? Jawabnya “tidak.” Kristus harus berdiam di dalam kita dan mempraktekkan disiplin rohaniNya di dalam dan melalui kita (Filipi 2:12-13). Itu sebabnya, Paulus mempraktekkan disiplin rohani, karena Kristus berdiam dalam dia (Galatia 2:19-20). Jadi, I Korintus 9:16-27 berbicara tentang disiplin rohani untuk menggenapi misi Allah. Paulus berhasil melakukan pekerjaan apostolik (misi), karena ia mempraktekkan disiplin rohani. Ia melatih tubuhnya dan menguasai seluruhnya, supaya ia dapat memberitakan injil (1 Korintus 9:27). Tubuh Paulus tidak akan dikuasai sepenuhnya untuk melakukan pekerjaan misi bila ia tidak melatihnya. Bagaimana cara Paulus melatih tubuhnya? Ingat, aktivitas tubuh ditentukan oleh pikiran yang ada di dalam memori bawah sadar. Mustahil Paulus melatih tubuhnya tanpa mengubah pikiran bawah sadarnya. Oleh karena itu, marilah kita juga melatih tubuh kita dengan disiplin-disiplin rohani.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan dari renungan hari ini? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

2013-09-26T03:28:34+07:00