//29/08/13 – Kasih karunia dalam menyelesaikan kehendak Allah

29/08/13 – Kasih karunia dalam menyelesaikan kehendak Allah

Kamis, 29 Agustus 2013

KASIH KARUNIA DALAM MENYELESAIKAN KEHENDAK ALLAH

Bacaan Firman
Bacalah II Timotius 4:1-8 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Setelah memberi nasihat, apa pesan Paulus kepada Timotius (ayat 5)?
2. Karena bangga bahwa tugasnya yang sudah selesai, apa kata Paulus (ayat 6-8)?

Pernahkah Anda melihat seorang atlet yang menyelesaikan pertandingan dengan hasil yang memuaskan alias juara? Ekspresi seperti apakah yang mereka pertunjukkan? Rasa bangga dan puas dengan hasil yang mereka raih. Itulah yang dialami oleh Paulus dalam bacaan Saat Teduh kita hari ini. Paulus mungkin menepuk dadanya sekuat-kuatnya dan berseru dengan suara yang nyaring, “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya,”(ayat 6-8). Di dalam renungan Saat Teduh kemarin, kita melihat bahwa Yehu tidak menyelesaikan kehendak Allah dengan sempurna, tapi Paulus justru menyelesaikannya dengan rasa bangga yang luar biasa. Itulah sebabnya, kita mau meniru apa yang dilakukan oleh Paulus supaya kita juga menyelesaikan kehendak Allah dengan rasa bangga. Lalu, apa rahasia kesuksesan Paulus? Ia menulis, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku,”(I Korintus 15:10). Jika Paulus berhasil karena anugerah dan kasih karunia Allah, maka kita juga dapat menyelesaikan kehendak Allah dengan sempurna melalui kasih karunia yang sama. Oleh karena itu, buatlah keputusan dalam hati dengan iman, bahwa dengan kasih karunia Allah Anda akan menyelesaikan rencana Allah secara sempurna. Lakukanlah sekarang.

Praktek
Pencerahan apa yang Anda dapatkan dari renungan ini? Apa komitmen Anda untuk memperbaharui budi dan pikiran setiap hari?

2013-07-25T04:31:08+07:00