//29/10/13 – menjadi manusia seutuhnya #1

29/10/13 – menjadi manusia seutuhnya #1

Selasa, 29 Oktober 2013

MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA #1

Bacaan Firman
Bacalah Markus 12:28-31 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa jawaban Kristus atas pertanyaan orang Farisi tentang hukum utama? (ayat 28-30).
2. Apakah hukum yang kedua? (ayat 31).

Hari ini kita mempelajari ketaatan pada hukum Tuhan. Pemuridan adalah belajar melakukan perintah Tuhan. Perintah Tuhan disimpulkan dalam 3 hal: (1). Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus) itu esa. (2). Kasihilah Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatanmu. (3). Kasihilah sesama manusia seperti diri sendiri. Persoalannya adalah taat. Mengapa banyak orang Kristen yang tahu firman Tuhan, namun tidak mampu mentaatinya? Kita perlu tahu bahwa tanpa kasih karunia kita tidak mampu mentaati hukum Tuhan. Mengapa banyak orang gagal mempraktekkan hukum Tuhan dengan kasih karunia? Kasih karunia bekerja jika kita mempraktekkan menurut urutan yang benar. Kita gagal mempraktekkan ke 3 poin ini jika kita mulai mempraktekkan poin 2 dan 3 terlebih dahulu. Mentaati hukum Tuhan harus dimulai dari menerima Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus) yang esa. Inilah kemuliaan yang diberikan Kristus ketika Ia datang ke dunia. Kemuliaan itu hilang akibat dosa, yaitu hubungan kasih dalam keesaan Allah Tritunggal (Yoh 17:22-24). Mengapa kita perlu kuasa keesaan Allah? Karena segala sesuatu yang tidak bersatu menyebabkan keabnormalan. Dengan tidak terpadunya unsur-unsur dalam hidup manusia menyebabkan keabnormalan hidup. Bila hati, jiwa, akal budi dan tubuh tidak berintegrasi, maka keabnormalan terjadi pada manusia. Akibatnya, buah yang dihasilkan adalah dosa, perbuatan-perbuatan daging, dan kelainan jiwa. Tapi, bila hidup manusia disentuh oleh kemuliaan Allah, yaitu kasih Bapa, maka semua unsur berintegrasi dan kita bisa mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Setelah itu, kita saling mengasihi menjadi manusia seutuhnya.

Praktek
Milikilah visi untuk menjadi manusia seutuhnya, yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Ceritakanlah berkat yang Anda dapatkan dalam praktek ini kepada orang-orang yang membutuhkannya.

2019-10-03T11:24:12+07:00