//29/11/12 – Mengakui bahwa Tuhanlah penolongku

29/11/12 – Mengakui bahwa Tuhanlah penolongku

Kamis, 29/11/2012

BERANI MENGAKUI KEBUTUHAN BAHWA TUHANLAH PENOLONGKU

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 54:1-9 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Hal apakah yang sedang dialami oleh sang pemazmur?(ayat 3-5).
2. Ketika mengakui kebutuhan, Siapakah yang memberikan pertolongan? (ayat 6-9).

Setiap orang yang hidup di dunia pasti mengalami pergumulan di dalam hidupnya. Memang kadar pergumulan setiap orang berbeda-beda, tetapi pergumulan itu melanda semua manusia, entah ia orang kaya ataupun orang miskin. Dalam keadaan bergumul seperti itu, maka kebutuhan utama orang tersebut adalah pertolongan. Itulah harapan satu-satunya: pertolongan. Di dalam bacaan kita hari ini, sang pemazmur menghadapi pergumulan yang berat dan ia merasa bahwa tidak ada yang bisa menolong dirinya. Lalu, sang pemazmur berdoa kepada Tuhan, “Berilah keadilan kepadaku karena keperkasaanMu.” Tuhan pun menjawab kebutuhan sang pendoa ini, sehingga pengakuannya berubah, “Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku,”(ayat 6). Luar biasa. Ia bergumul dalam doa, tapi sekarang berubah menjadi pengakuan yang tulus bahwa Tuhanlah yang menolong dan menopang hidupnya. Tuhan telah melepaskan sang pemazmur dari segala kesesakan. Pengalaman yang sama juga kita bisa alami di dalam hidup kita jika kita berani mengakui kebutuhan kita kepada Tuhan. Ia ada untuk menjadi penolong kita. Sabarlah menanti di hadapan Tuhan, karena pertolongannya pasti tiba pada waktu yang tepat. Tetaplah percaya kepada Tuhan. Situasi di sekeliling kita seakan-akan tidak ada harapan, maka tetaplah percaya kepada Tuhan, bahwa janji Tuhan ya dan amin. Hari ini, jika kita mengalami situasi yang sulit, yakinlah seperti Abraham, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: ‘Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.’ Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan (Rom 4: 18-21). Tuhan berkuasa melaksanakan apa yang telah Ia janjikan kepada kita.

Praktek
Pergumulan seperti apakah yang Anda alami saat ini? Ingatlah bahwa Tuhan adalah penolong hidup Anda. Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

2012-10-25T04:51:02+00:00