///3 Peran kunci orang tua

3 Peran kunci orang tua

* Orang tua berperan sebagai Petani
Mengapa orang tua harus berperan sebagai petani? Sebab, seorang petani tahu bahwa keberhasilannya dalam menumbuhkan hasil yang baik merupakan hasil kerjasama antara usaha yang dirinya lakukan dengan giat dan sabar, dengan Tuhan yang memberikan iklim yang sesuai dan pertumbuhan yang baik. Demikian juga kita sebagai orang tua perlu memahami bahwa kita harus bekerjasama dengan Tuhan. Kita tidak dapat melakukannya sendiri dan mengharapkan hasil yang baik.

Kata kunci dalam cara berkomunikasi orang tua yang berperan sebagai petani adalah mendorong. Petani yang lalai mendorong pertumbuhan tanamannya melalui irigasi dan pemupukan, tentu akan mengalami kegagalan. Demikian juga, petani yang berusaha memaksa pertumbuhan tanamannya dengan menarik-narik bagian dari tanamannya, tentu juga akan gagal. Miliki iman kepada Tuhan dan lakukan sebaik-baiknya untuk memberikan iklim yang baik bagi anak-anak kita untuk dapat bertumbuh dengan baik.

Orang tua yang bertindak sebagai petani biasanya paling tepat untuk masa mendewasakan anak-anak dan membiarkan mereka mandiri. Cara berkomunikasi yang mendorong pertumbuhan anak akan membentuk keyakinan anak untuk berkembang dan berusaha sendiri, terutama sekali bila ada perkataan yang mendorong setelah mengalami kegagalan atau kekecewaan.

 

* Orang tua berperan sebagai kontraktor
Mengapa orang tua harus berperan sebagai kontraktor? Sebab, seorang kontraktor yang baik pasti akan bekerja berdasarkan gambar bangun yang telah dibuat oleh sang arsitek. Kontraktor yang ingin mendapatkan hasil yang terbaik tentunya akan cermat dan hati-hati dalam membangunnya sesuai dengan setiap perhitungan dan gambar yang telah ada. Sudah sewajarnya bahwa kontraktor dan arsitek harus memiliki komunikasi yang baik. Sang Konraktor harus betul-betul dapat memahami gambar yang dimaksud dari sang arsitek.

Orang tua berperan sebagai kontraktor bagi pertumbuhan anak-anaknya, sedangkan Sang Arsitek Agung itu ialah Allah sendiri. Sebagai orang tua, kita harus menyadari bahwa kita hanyalah kontraktor yang harus memahami desain/rancangan hidup anak-anak kita dari Allah. Selama kita tidak mengetahui atau tidak mau tahu rencana Allah bagi hidup anak-anak kita, tidak akan pernah ada kasih karunia yang cukup bagi kepada kita untuk dapat mendidik anak-anak kita.

Bagaimana caranya untuk dapat memahami rancangan Sang Arsitek Agung atas kehidupan anak-anak kita? Bertanyalah dan dengarkan jawabanNya. Berdialoglah dengan Tuhan sesering mungkin sampai kita memahami sungguh-sungguh dalam hati kita seperti apa kelak nantinya anak-anak kita. Belum tahu caranya berdialog dengan Tuhan? Setialah membaca dan merenungkan FirmanNya melalui 4M, komitmenkan diri dalam pemuridan one on one dan berikan diri untuk bertumbuh dengan tekun dalam komunitas sel.

2015-02-24T03:22:08+07:00