30/01/19

Rabu, 30/1/2019

  • Bacaan: Keluaran 38-40; Yohanes 20-21; Kisah Para Rasul 1
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL dan PB: Keluaran 40:1-38; Kisah Para Rasul 1:1-8

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini.
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi renungan ini). Belajarlah dan catatlah hal-hal yang didapat dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah renungan pribadi hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4.

 

Renungan PL:

Setelah semua bagian dan perabotan kemah suci (kemah pertemuan) selesai dibuat, Musa diperintahkan untuk memasang kemah dan meletakkan perabotan sesuai dengan gambar/pola yang telah diberikan Tuhan. Ketika kemah telah terpasang sesuai dengan pola tersebut, kemuliaan Tuhan turun berupa awan kemuliaan yang begitu dahsyat, sehingga Musa sekalipun tidak dapat masuk ke dalam. Akhirnya kemah suci pun selesai dibangun dan Tuhan berdiam di antara umat-Nya. Inilah kerinduan Tuhan yang telah ada sebelum dunia dijadikan; Ia ingin mempunyai tempat kediaman di antara manusia ciptaan-Nya. Kemah suci barulah bayang-bayang dari kenyataan Rumah Tuhan di Perjanjian Baru yang akan dibangun Yesus, yaitu Tubuh-Nya sendiri (Yoh. 2:19-21).

 

Renungan PB:

Tema Kisah Para Rasul tercantum pada pasal dan ayat pertamanya. Dalam bahasa Inggris tampak kata yang menarik dan penting diperhatikan dalam tema ini: “The former treatise I made, O Theophilus, concerning all that Jesus began both to do and to teach,” (Kis. 1:1, versi ASV). Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata “began” atau “mulai” (dalam bentuk waktu lampau). Kata ini artinya Teofilus menulis buku pertama (Injil Lukas) adalah mengenai apa yang Yesus telah mulai kerjakan dan ajarkan. Ini berarti Kisah Para Rasul adalah buku “kedua”, yang isinya adalah mengenai apa yang Yesus selanjutnya/kemudian kerjakan dan ajarkan. Nah, apakah persamaan dan perbedaan injil Lukas dan Kisah Para Rasul? Persamaannya terletak pada pasal 1-2, yang sama-sama menulis tentang turunnya Roh Kudus. Lalu, apa perbedaannya? Perbedaannya adalah Lukas menulis tentang turunnya Roh Kudus untuk membentuk tubuh Yesus secara individu/pribadi di kandungan Maria, sedangkan Kisah Para Rasul menulis tentang turunnya Roh Kudus untuk membentuk Tubuh Yesus secara korporat/komunitas dalam wujud komunitas orang percaya.

 

Jelaslah, tema Kisah Para Rasul adalah kisah pekerjaan dan pengajaran Yesus korporat (Tubuh Kristus korporat), yaitu kisah perbuatan dan pengajaran Tubuh Kristus. Tubuh Kristus melakukan pekerjaan-pekerjaan dan pengajaran-pengajaran Yesus untuk memperlebar Kerajaan Allah di bumi, dengan membangun tubuh Kristus (jemaat) di mana-mana dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi.

2019-10-12T10:02:02+07:00