Senin, 30/12/2024
Bacaan harian setahun: Maleakhi 3; Wahyu 21
Gereja Apostolik dan Pemulihan Segala Sesuatu (1)
M1 – Menerima Firman di Hadirat Kristus
Yesaya 2:1-4; Efesus 1:17-21
M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
- Menurut Anda, apa peran Gereja bagi pemulihan segala sesuatu? (Yes. 2:1-4)
- Hal apakah yang didoakan oleh Paulus bagi Gereja atau murid Kristus? (Ef. 1:17-21)
Renungan
Dalam renungan hari ini, kita melihat janji Tuhan kepada Gereja apostolik sebagai Israel rohani. Yesaya bernubuat tentang suatu waktu ketika pemerintahan Allah akan ditegakkan di seluruh bumi, “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ‘Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Dia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan Firman TUHAN dari Yerusalem.’” Gereja apostolik disebut akan “menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang”. Itulah alasan Paulus berdoa bagi gereja, yaitu “… meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Dia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Dia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga”. Luar biasa doa Paulus. Gereja apostolik harus bersyukur kepada Yesus, sebab setelah Yesus duduk di sebelah kanan Allah kita menerima kuasa dari-Nya. “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Mari, kita bertumbuh sebagai Gereja yang apostolik, yang membangun dan mengutus.