//30/09/12 – Dalam naungan sayapMu

30/09/12 – Dalam naungan sayapMu

Minggu, 30/09/2012

DALAM NAUNGAN SAYAP-MU

Bacaan Firman :
Bacalah Mazmur 17:1-9 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Apa doa permintaan Daud?
2. Apakah janji Tuhan itu juga berlaku bagi kita?

Kita semua tentu masih ingat peristiwa bencana Tsunami yang memporak-porandakan Aceh. Banyak orang tidak mempunyai tempat tinggal yang disebut sebagai “pengungsi.” Untuk beberapa orang, istilah ini dipandang sebagai penghinaan, sehingga dicarilah kata lain yang tidak dianggap negatif. Mereka memakai kata “orang yang dievakuasi.” Sebenarnya, kata “pengungsi” mengandung suatu harapan. Sebuah kamus mendefinisikan pengungsi sebagai “orang yang lari untuk mencari perlindungan, misalnya: terjadi perang, tekanan politik, atau pengejaran karena masalah agama.” Pengungsi berasal dari kata ungsi, yang berarti keselamatan, perlindungan, dan kepedulian kepada orang yang menderita. Kata itu berarti pelabuhan yang aman di dalam dunia yang penuh badai. Bagi orang-orang yang telah dihantam oleh badai, tragedi, dan bencana kehidupan, maka pengungsian merupakan hal yang paling mereka harapkan. Mereka mencari naungan di dalam pelukan Allah, karena hanya Dia sendirilah yang dapat memberikan perlindungan. Dia menyelimuti, melindungi, dan memelihara kita.

Ketika kita mengalami badai dalam hidup kita dan memerlukan tempat untuk berlindung, datanglah kepada Tuhan, karena hanya kepada Dialah kita bersembunyi dalam naungan sayapNya. Kata pemazmur, “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu,”(ayat 8). Ketika Yesus turun dari bukit Zaitun dan memandang ke arah kota Yerusalem, Ia menangis dan berkata “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau,”(Matius 23:37-38). Yesus terus-menerus menawarkan pengungsian bagi hati yang sedih di zaman kita, apabila kita mau mencari perlindungan dari padaNya. Yesuslah satu-satunya tempat pengungsian yang paling aman, dan percayalah kepada Dia.

Praktek
Sudahkah Anda menjadikan Yesus sebagai tempat perlindungan Anda? Jika belum, mengapa?

2019-09-26T22:25:18+00:00