//30/10/13 – menjadi manusia seutuhnya #2

30/10/13 – menjadi manusia seutuhnya #2

Rabu, 30 Oktober 2013

MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA #2

Bacaan Firman
Bacalah Markus 12:28-31 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa jawaban Kristus atas pertanyaan orang Farisi tentang hukum utama? (ayat 28-30).
2. Apakah hukum yang kedua? (ayat 31).

Mari, kita terus mempelajari bagaimana kita bertumbuh menjadi manusia seutuhnya. Hal ini penting, agar kita bertumbuh menjadi manusia seutuhnya. Jadi, kita perlu tahu bahwa:

1). Hati adalah tempat roh kita berdiam. Di sini juga kehendak kita berada. Bagi orang yang lahir baru, Roh Allah berdiam di dalam hati (roh) (Matius 26:41).

2). Jiwa adalah unsur yang menggabungkan dan menghubungkan seluruh unsur lain pada roh, sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Jiwa yang sehat menghubungkan, jiwa yang sakit memisahkan (Mazmur 42:5-6).

3). Akal budi, terdiri dari pikiran dan perasaan. Seluruh unsur ini dijalankan oleh fungsi otak kiri dan kanan, pikiran sadar dan bawah sadar. Pikiran bawah sadar berkaitan dengan alam roh. Pikiran bawah sadar disebut sebagai lubuk hati (Markus 7:21-23; Lukas 6:43-45).

4). Tubuh adalah tempat kediaman roh, jiwa dan akal budi yang berhubungan dengan alam nyata dan hubungan sosial dengan sesama. Karena Roh Allah berdiam dalam manusia, maka tubuh kita adalah bait Allah.

5). Hubungan sosial: kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Kita perlu bersekutu dengan yang lain untuk membentuk tubuh Kristus.

 

Hal lain yang perlu kita pemahami adalah tipe-tipe orang:

a). Orang yang belum lahir baru, rohnya belum didiami oleh Roh Allah.

Mereka yang belum lahir baru, rohnya tidak memiliki hubungan dengan Roh Allah. Akibatnya, tubuh menjadi tuan dan menguasai akal budi. Jiwanya rusak dan mempengaruhi keputusan rohnya, sehingga rohnya terus-menerus berbuat dosa dan melahirkan perbuatan daging.

b). Orang Kristen yang dewasa dalam Kristus. Rohnya telah didiami oleh Roh Allah (lahir baru).


Karena dewasa, jiwanya disentuh oleh kasih Agape dalam roh, yang mengintegrasikan seluruh akal budinya (pikiran dan perasaan), dan mempengaruhi tubuh untuk menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23).

c). Orang Kristen yang belum dipulihkan. Rohnya didiami oleh Roh Allah (lahir baru), tetapi, jiwanya masih belum pulih.


Orang yang belum dipulihkan, jiwanya tidak terus-menerus disentuh oleh kasih Agape dalam roh, sehingga jiwanya tidak berfungsi mempersatukan akal budinya (pikiran dan perasaannya). Akibatnya, unsur-unsur dalam otak tidak berintegrasi. Itu sebabnya hidupnya suka berbuat dosa. Walau ada dalam Roh, hidupnya belum berjalan dalam Roh.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan dari renungan ini? Bagikan pengalaman dan komitmen Anda di komsel.

2013-09-26T03:31:57+07:00