//31/07/2012 – Allah adalah Bapa yang terbaik

31/07/2012 – Allah adalah Bapa yang terbaik

Selasa, 31/07/2012

ALLAH ADALAH BAPA YANG TERBAIK

Bacaan Firman :
Bacalah Ibrani 12:5-13 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Dengan status apakah Tuhan memanggil kita?
2. Sebagai seorang Bapak, apakah yang dilakukan oleh Allah kepada kita?

Jika kita membaca pernyataan Yesus tentang anak-anak, kita melihat bahwa Ia menyanjung sifat anak-anak. Tapi pernahkah kita memikirkan tentang bapa yang dipuji oleh anak? Susah untuk menjelaskannya. Sebab, anak-anak yang dididik dengan keras oleh bapa, bisa saja menimbulkan perasaan terluka dalam hatinya. Tetapi, didikan seorang ayah adalah hal terpenting. Kata Paulus, “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ‘Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.’ Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya,”(Ibrani 12:5-11). Tujuan didikan Tuhan atas kita adalah menghasilkan buah kebenaran di dalam hidup kita. Itulah sebabnya ada perintah berikutnya, “kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu,”(ayat 12-13). Bagaimanakah respon kita terhadap didikan yang terbaik dari Allah? Rindukah Anda menghasilkan buah?

Praktek
Sudah sadarkah Anda bahwa Allah menyebut status Anda sebagai anak? Paradigma apakah yang ingin diubah setelah merenungkan firman Tuhan hari ini? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

2019-09-29T10:07:02+00:00