///4 Wheel Drive (4WD)

4 Wheel Drive (4WD)

Dalam masa liburan yang lalu, saya bersama beberapa keluarga teman komsel berkesempatan menikmati pengalaman baru, yaitu melakukan perjalanan tracking off road. Ini adalah sebuah perjalanan fun adventure yang bisa dinikmati seluruh keluarga, melewati sebuah jalur off road atau jalan yang kondisinya tidak layak/tidak beraspal.

Perjalanan dimulai dari lokasi meeting point, kemudian dilanjutkan dengan berkendara menumpang mobil 4 Wheel Drive atau yang biasa disebut mobil 4WD. Mobil ini dilengkapi dengan dua gardan, sehingga keempat rodanya bisa berputar dan menjadi penggerak. Ketika melewati jalan beraspal, mobil ini tidak perlu mengaktifkan fungsi 4WD, karena tenaga dari dua roda sudah cukup untuk menggerakkan mobil di jalan beraspal.

Ketika tiba saatnya kami memasuki jalur off road, sang pengemudi dengan cekatan mengaktifkan fungsi 4WD.  Jalur off road yang ditempuh ini tergolong berat untuk ditempuh dengan mobil biasa, yaitu yang berpenggerak roda depan atau roda belakang saja. Di sinilah fungsi dua gardan dibutuhkan, sehingga keempat roda bisa bergerak dan mobil mampu melewati jalur menanjak yang berat. Bahkan kemudian, ketika kami harus melewati jalur yang berlubang-lubang, mobil ini dengan mudah melibasnya. Padahal, jalur ini tentu mustahil ditempuh oleh mobil biasa. Di jalan yang berlubang-lubang, ketika salah satu roda tidak bisa menapak permukaan jalan, roda lain yang menapak akan menjadi roda penggerak dan mendorong mobil sehingga bisa melewati jalur berlubang dengan baik. Di sepanjang jalur, tantangan demi tantangan berhasil kami lewati dengan menggunakan mobil 4WD ini.

Pengalaman berkendara dengan mobil 4WD ini membuat saya memahami suatu hal. Sebagai orang percaya dan murid Kristus, kita semua harus menjadi roda penggerak. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemimpin rohani saja yang bergerak. Para penatua, Gembala Area, Pemimpin Area, atau PKS memang punya hati untuk melayani dan menjadi penggerak. Mereka mungkin menjadi penggerak sebagai roda depan. Namun, kita pun sebagai murid Kristus harus mau ambil bagian untuk menjadi roda penggerak di belakang, atau di mana pun posisi kita ditempatkan.

Demikian pula, ketika muncul tantangan kehidupan bagi orang dunia, murid Kristus harus menjadi roda penggerak, sehingga kita bisa membawa komunitas tempat kita diutus untuk bisa melewati tantangan kehidupan dunia. Ini berarti, apa pun posisi kita di dunia, karena kita adalah murid Kristus, sudah seharusnyalah kita mengizinkan Kristus menjadikan kita bergerak sesuai arahNya.

Sebagai seorang pemimpin di market place, kita harus bisa memimpin dan bergerak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Kita harus menjadi pemimpin yang menggerakkan dunia market place sesuai nilai-nilai kebenaran Tuhan.

Sebagai seorang pengusaha, kita harus menggerakkan bisnis dan mempraktikkan nilai-nilai kebenaran Tuhan dalam berbisnis.

Sebagai karyawan, kita menjadi karyawan yang menggerakkan dan mempraktikkan nilai-nilai kebenaran sebagai kontribusi nyata bagi perusahaan.

Sebagai pelajar, ibu rumah tangga, atau siapa pun dan apa pun peran kita, Tuhan mau kita menjadi penggerak. Bukan hanya menjadi orang percaya yang menunggu digerakkan oleh pemimpin rohani, tetapi justru kita bersama-sama murid Kristus lainnya, bergerak dan mendorong terjadinya kebenaran Tuhan di lingkungan tempat kita berada.

Seperti mobil 4WD yang mampu melewati berbagai tantangan dalam jalur offroad, komunitas murid Kristus yang siap menjadi penggerak juga akan menjadi komunitas yang mengusahakan banyak hal sesuai rencana Tuhan bagi masyarakat, lingkungan, bahkan bangsa kita.

Saat ini, kita tahu Tuhan menempatkan banyak anak-anakNya di posisi strategis di pemerintahan dan juga market place. Hal ini bukanlah tanpa alasan atau kebetulan. Saya percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana besar bagi bangsa kita. Namun, rencana besarNya itu membutuhkan komitmen dan peran kita sebagai murid Kristus yang tidak hanya diam menunggu, tetapi yang siap menjadi penggerak.

Ingat, bukanlah suatu kebetulan jika kita ada di posisi kita saat ini, di kota dan di negara yang kita cintai ini. Mari menjadi murid Kristus yang memulai bergerak untuk bangsa ini. Terpujilah nama Tuhan!

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah  untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yer. 29:7)

2019-10-17T12:50:31+07:00