///5 kiat “ngirit” di perusahaan

5 kiat “ngirit” di perusahaan

1. Jelaskan kondisi ekonomi saat ini kepada karyawan
Para pemimpin (direktur, manajer, supervisor) perlu menggunakan persepsi atau sudut pandang yang sama dalam melihat situasi ekonomi yang ada, dan perlu menjelaskan, mensosialisasikan serta mengedukasi karyawan mengenai apa yang tengah terjadi. Lakukan berbagai dialog atau diskusi, karena biasanya ini membuat mereka bersemangat untuk lebih mendukung Anda dan ikut memikirkan langkah-langkah selanjutnya.

2. Dengarkan usul atau ide dari tingkat kepemimpinan yang lebih rendah
Dengarkan sebanyak-banyaknya usul atau ide tentang perbaikan dan peningkatan efisiensi serta efektivitas kerja, dari tingkat kepemimpinan yang lebih rendah (kepala tim, koordinator, dll.), karena mereka adalah para pemimpin yang berhubungan paling dekat dengan mayoritas karyawan perusahaan. Ketika para pemimpin pada tingkat ini memahami apa yang sedang terjadi, merekapun akan mampu menjelaskan situasinya kepada kelompok karyawan yang dibawahi. Diskusikan bagaimana cara kerja yang lebih cepat, proses kerja yang mengurangi berbagai kesalahan, dsb. Tampung ide-ide mereka serta terapkan usul atau ide yang memang masuk akal.

3. Tingkatkan produktivitas kerja
Ajak seluruh pemimpin di perusahaan Anda memikirkan berbagai cara untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Buatlah berbagai pertemuan untuk memikirkan pengembangan dan perbaikan yang terus-menerus demi meningkatkan produktivitas kerja.

4. Jangan asal memotong pengeluaran dan biaya
Mengajak karyawan untuk bekerja lebih efisien dan efektif bukan berarti memotong anggaran atau biaya yang memang harus dikeluarkan. Banyak perusahaan yang berpikir terlalu sederhana dalam hal efisiensi, misalnya dengan asal melakukan tindakan sbb:

* Menggunakan kedua sisi kertas saat mencetak atau memperbanyak berkas kerja

* Mematikan sebagian pendingin udara di ruang kerja

* Mempertahankan seragam karyawan yang sudah kumal dan tidak layak tampil

“Ngirit” seperti hal-hal di atas tidak akan membawa dampak penghematan yang signifikan? Jelas tidak. Justru, karyawan menjadi demotivasi dan turun moralnya dalam bekerja. Padahal, tanpa kita sadari sumber pemborosan justru banyak terjadi karena cara kerja para pemimpin yang tidak efektif sehingga menimbulkan banyak pemborosan, misalnya:

* Satu orang staf diberi instruksi oleh lebih dari satu orang pemimpin, sehingga si  staf bingung dan “perlu” menghabiskan waktu demi klarifikasi dan tunggu-menunggu

* Kesalahan yang sama dilakukan berulang-ulang oleh salah satu staf tanpa diperbaiki oleh pemimpin, sehingga menimbulkan dampak kerugian yang berulang-ulang atau semakin besar pula

* Tidak adanya perencanaan kerja mingguan atau harian yang jelas, sehingga pekerjaan dilakukan hanya berdasarkan “apa yang teringat” dan “apa yang terlihat”. Akibatnya, banyak hal penting terlewatkan dan dampak kerugiannya terpaksa didiamkan entah berapa lama karena terlupakan.

* Koordinasi antar bagian/divisi yang tidak selaras, di mana masing-masing cenderung bekerja dengan persepsinya sendiri. Akibatnya, banyak terjadi kesalahan dan dibutuhkan waktu kerja yang lebih panjang.

Contoh-contoh ini hanyalah segelintir penyebab kenapa perusahaan menjadi boros dan tidak efisien. Sebenarnya, jika kita mengamatinya dengan jujur, ini semua bersumber dari cara pengelolaan sumber daya yang tidak tepat. Jika perusahaan ingin bekerja lebih efisien dan efektif, mulai lakukan perubahan dari kepemimpinan tingkat tertinggi hingga kepemimpinan tingkat terendah, bukan “ngirit” dalam hal-hal kecil yang dampaknya sangat kecil.

5.  Bangun semangat juang dan pikiran positif seluruh karyawan
Sadarkah Anda bahwa sikap kerja karyawan sangat tergantung pada cara berpikir mereka? Jika pola pikir mereka negatif, maka sikap kerja mereka juga menjadi negatif, tidak produktif, mudah patah semangat, sering menuntut dan sering mengeluh. Hal ini akan lebih parah lagi ketika pasar sedang sepi, lesu dan turun. Oleh karena itu, adalah tanggung jawab setiap pemimpin untuk mempengaruhi pikiran para karyawan secara positif, agar tetap menjaga semangat, positif dan optimis. Ingat, karyawan adalah manusia yang memiliki komponen pikiran maupun perasaan. Mereka bukanlah mesin yang hanya butuh diperintah dan dikontrol saja. Untuk mempengaruhi/memimpin karyawan agar tetap bersemangat dan bersikap positif dalam bekerja, pemimpin perlu mempengaruhi cara berpikir mereka serta menyentuh hati mereka. Ciptakan rasa hormat dari para karyawan terhadap kepemimpinan Anda melalui apa yang Anda lakukan ini, sehingga ketika dalam kondisi sesulit apapun, mereka akan rela lakukan apapun dalam mendukung kepemimpinan Anda.

Kesimpulannya, berhemat dan esifiensi membutuhkan hikmat dan kebijaksanaan agar Anda dapat melakukannya dengan tepat. Cara berhemat dan tindakan efisiensi yang salah akan membawa petaka yang lebih dalam kepada perusahaan Anda. Lakukan berbagai perbaikan radikal dalam cara-cara Anda memimpin dan mengelola berbagai sumber daya perusahaan. Kenalilah berbagai sumber pemborosan yang ada, seperti pemborosan waktu, tenaga dan yang lainnya. Identifikasi akar masalahnya (yang seringkali berupa kesalahan di tingkat kepemimpinan). Jangan melakukan hal-hal yang tidak signifikan tetapi mengabaikan sumber pemborosan yang paling inti.

Mari kita memimpin untuk terjadi penghematan dan efisiensi, dengan cara-cara yang lebih berhikmat dan bijaksana!

2019-10-17T16:00:04+07:00