///5 Kiat “TAHAN CUACA” di dunia kerja

5 Kiat “TAHAN CUACA” di dunia kerja

1. Jangan tergoda untuk menyerah
Jangan menyerah sekarang, karena Anda akan menemukan jawabannya nanti.
Sekarang memang Anda merasa buntu, mentok dan putus asa, dan ini adalah godaan yang luar biasa besar untuk menyerah, tetapi jangan pernah berhenti mencoba hingga Anda menemukan titik terangnya. Thomas Edison perlu melakukan berbagai eksperimen dan mengalami berbagai kebuntuan hingga 9000 kali lebih untuk menemukan lampu pijar. Tetapi Thomas Edison tetap bertahan, mencoba berbagai metode untuk bisa menemukan lampu pijar.

Ilustrasi tentang tidak menyerah adalah seperti seseorang yang sedang menggali terowongan sepanjang 10 km. Ketika sudah bekerja habis-habisan ternyata galian terowongan baru sepanjang 4 km. Apa yang Anda harus lakukan? Berhenti ? Putus asa? Jangan menyerah, dan fokus pada hasil akhirnya. Ketika kita tidak berhenti mencoba, dan selalu fokus pada hasil akhirnya, maka kita akan tiba pada titik 10 km. Di kilometer berapakah posisi Anda saat ini? Ingat, pandang target akhirnya, teruslah jaga fokus Anda, dan jangan pernah berhenti.

2. Deklarasikan firman Tuhan
Apa yang keluar dari mulut lidah kita, mencerminkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Firman Tuhan ketika dideklarasikan akan sangat berkuasa.Itu sebabnya, deklarasi firman Tuhan sangat dibutuhkan ketika kita mengalami kesesakan dan keputusasaan.
Ada sekelompok kodok yang sedang melintasi hutan yang lebat. Di tengah perjalanan, 2 kodok terjatuh dalam lubang yang dalam. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut dan tidak bisa berbuat apa2. Kedua kodok berusaha melompat dengan sekuat tenaga untuk keluar dari lubang tersebut. Setiap kali 2 kodok itu melompat, kodok-kodok yang lain melihat dan berkata, “Sudahlah, tidak usah melompat lagi, itu hanya menguras energi, berhentilah melompat, karena kalian akan mati.” Komentar-komentar senada terus terdengar. Setelah sekian lama, salah satu kodok mulai kelelahan dan lompatannya mulai menjadi pelan lalu berhenti. Akhirnya, ia terjatuh dan mati. Kodok yang kedua tetap optimis, terus melakukan lompatan dan mengabaikan komentar yang negatif. Akhirnya kodok kedua itu berhasil keluar dari lobang dan selamat.

Apa yang Anda pelajari dari cerita ini? Yang pertama, dari mulut dapat keluar kata-kata yang menciptakan daya tahan dan semangat hidup, tetapi dari mulut juga bisa keluar kata-kata yang mematikan daya juang. Jadi, berhati-hatilah akan ucapan dan selalu deklarasikan kata-kata yang berkuasa, yaitu firman Tuhan. Berikutnya, sejauh mana kita dapat mengolah komentar negatif orang lain akan menentukan seberapa besar kekuatan kita. Apakah kita mendengarkan dan menyimpan semua kata-kata negatif itu dalam hati sehingga menjadi menyerah seperti kodok pertama atau kita mengolahnya untuk menjadikan motivasi/pecutan bagi diri kita untuk maju?

3. Selalu mengucap syukur dalam kesesakan
Dalam meniti karir atau bisnis, seringkali 90% fokus kita adalah pada kesulitan, rintangan, masalah yang tidak pernah habis-habisnya. Kita sering fokus pada atasan yang menyebalkan, karyawan yang keras kepala, pelanggan yang cerewet, supplier yang tidak tepat janji, dan lain sebagainya. Adalah benar bahwa kita memang harus berfokus untuk menyelesaikan berbagai rintangan ini, tetapi kita juga harus seimbangkan fokus pada kebaikan Tuhan. Misalnya, kita masih bisa bekerja, masih punya bisnis, masih ada orang yang percaya kepada kita, masih punya talenta, punya anggota tim yang baik/unggul, dsb. Intinya, ketika kita selalu mengucap syukur pada apa yang kita miliki dan apa yang Tuhan telah berikan, maka kita akan memiliki daya tahan yang kuat dalam hadapi rintangan, dan tidak mudah patah semangat.
Mari kita praktek mengucap syukur sejenak. Tahukah Anda? Harga oksigen di rumah sakit adalah Rp 25.000/liter, harga nitrogen di rumah sakit adalah Rp 10.000/liter. Dalam sehari, manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen. Jika dinilai dengan rupiah, oksigen dan nitrogen yang kita hirup akan mencapai harga Rp 185 juta/hari. Dalam sebulan, biaya ini menjadi Rp 185 juta x 30 hari = Rp 5,5 milyar. Orang yang paling kaya sekalipun tidak akan sanggup melunasi biaya nafas untuk hidupnya, apabila Tuhan menggunakan rumus dagang seperti manusia. Masihkah kita engan bersyukur? Ini baru urusan nafas, yang Tuhan berikan secara gratis. Ini belum termasuk hal-hal lain yang Ia berikan setiap hari dalam hidup kita. Hendaknya setiap saat kita mengucap syukur, karena ucapan syukur akan menjadi daya tahan yang kuat dalam menghadapi kesulitan

4. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian
Anda gagal terus menerus? Anda tidak sendirian. Begitu banyak tokoh orang sukses yang dulunya seperti Anda, gagal terus-menerus, tetapi mereka senantiasa bangkit lagi. Ikuti teladan mereka, maka Anda membangun daya tahan yang kuat bagi hidup Anda.
Bill Gates menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka ia dulunya drop out dari Harvard University dan sebelumnya pernah bekerja sebagai pesuruh (office boy)?
Soichiro Honda pernah ditolak oleh Toyota Motor Corporation untuk sebuah wawancara lowongan kerja posisi ahli mesin. Ini membuatnya menjadi penggangguran cukup lama. Ia kemudian mulai membuat sebuah scooter di rumahnya sendiri, di mana ia mulai mendapat dukungan para tetangganya hingga akhirnya sanggup memulai bisnisnya sendiri.
Cak Eko sepuluh kali gagal dalam bisnis. Namun ia kini adalah pemilik merek dagang Bakso Malang Kota Cak Eko. Hampir sepuluh tahun ia ‘terlunta-lunta’ dengan 10 kali kegagalan bisnisnya. Syukurlah, ia sosok yang kuat dalam melakoni drama kehidupan. Di tahun ke 11, ujian pun berlalu, setelah menjalani bisnis bakso. Kini ia telah memiliki 135 cabang dengan omset ratusan juta rupiah per hari.

5. Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain
Membandingkan diri Anda dengan orang lain hanyalah membuang-buang waktu.. Membandingkan sesuatu, terutama membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain, akan membuat hidup Anda hancur. Anda takkan bisa merasakan bahagia dan Anda akan merasa hidup ini tak ada artinya. Ini membuat daya tahan Anda melemah. Karena itulah, jangan kebiasaan membanding-bandingkan. Dari sekian banyak hal, ada 3 hal penting yang seharusnya dihindari untuk dibanding-bandingkan.

  • Uang/harta
    Bahkan ketika Anda punya banyak uang/harta, melihat orang lain yang mempunyainya lebih banyak otomatis membuat Anda cemburu dan iri hati. Membandingkan seperti itu takkan selesai dan malah akan meruntuhkan semangat dan daya juang, karena selalu akan ada orang yang memiliki lebih banyak uang/harta daripada Anda.
  • Pekerjaan
    Apakah Anda pernah mendengar keluhan orang yang mengatakan kurang lebih seperti ini, “Enak ya kerjaan kamu, santai-santai. Sedangkan saya kerjaan gak habis-habis, bertumpuk, bos galak.”? Membandingkan pekerjaan atau bahkan jabatan juga lebih baik dihindari, karena ini akan menjebak Anda pada kebiasaan mengeluh dan melemahkan kinerja Anda.
  • Popularitas
    Populer atau tidak populer tidak berhubungan dengan kebahagiaan. Lebih baik punya sedikit kenalan tapi hubungannya berkualitas daripada punya banyak kenalan tapi hubungannya semu. Kualitas sering mengalahkan kuantitas. Ketika Anda merasa kurang populer, kurang cantik atau kurang gaya, karena membandingkan diri dengan orang lain, maka pikiran negatif akan membunuh daya juang Anda dalam mengarungi kehidupan ini. Jadilah diri sendiri dan berjuanglah terus memaksimalkan apa yang ada pada diri Anda.

Yang terakhir, daya tahan berbicara tentang tetap berpegang pada perintah Tuhan dan mempertahankan iman kita kepada Yesus, melewati segala hal yang ada dalam kehidupan, termasuk berbagai kesesakan dan kesulitan di dunia kerja. Alkitab tidak menjelaskan secara rinci kapan hari-hari yang penuh masalah ini akan berakhir, namun Alkitab mengajarkan kita mengenai cara untuk tetap bertahan, bahkan maju walau kita sedang dalam kesesakan. Tetaplah kuat, tetaplah sabar, tetaplah tekun dalam kasih Kristus. Tuhan memberkati. 
(Ingin berkonsultasi tentang dunia kerja? Hubungi: [email protected])

2019-10-17T17:35:52+07:00