//Setialah karena Dia setia

Setialah karena Dia setia

Sebelum saya tiba kepada apa yang menjadi mimpi saya, selama 14 tahun saya bekerja dibawah otoritas pemimpin dan bertanggung jawab dari satu unit ke unit lain, bahkan adakalanya merangkap bertanggung jawab 2-3 pekerjaan sekaligus, dan fungsi yang berganti-ganti baik secara formal ataupun informal sebanyak 6 atau 7 kali. Hampir setiap 2 tahun saya di rotasi ke unit yang lain dan kadangkala masih tetap harus bertanggung jawab di unit yang lama.

Perjalanan yang ada dalam kurun waktu 14 tahun itu membawa saya rasanya semakin jauh dari mimpi dan visi yang saya yakini Tuhan taruh dalam hidup saya. Berbagai perasaan berkecamuk didalam batin saya, kecewa, merasa tidak didukung, tidak diperlakukan dengan adil dan lain-lainnya. Saya memiliki mimpi yang mulia. Saya ingin fokus melakukan itu, tapi saya tidak bisa.

“Mungkin ini saatnya saya pergi. Mungkin ini saatnya saya mencari peluang-peluang lain. Mungkin ini saatnya saya menggapai mimpi saya tidak dengan tinggal disini.” pemikiran-pemikiran ini bergejolak dalam hati dan pikiran saya. Namun ketika saya bertanya pada hati kecil saya dan pada Tuhan, saya tahu saya harus tetap berada di tempat dan saya harus setia. Pada puncak kegalauan terbesar didalam batin, saya mengambil keputusan besar untuk tetap setia. Dan selanjutnya, saya hanya melakukan yang terbaik yang saya bisa lakukan hari lepas hari.

Setahun/ dua tahun kemudian, saya dipanggil dan diberi otoritas oleh pemimpin saya untuk mulai bergerak dengan bebas bahkan bila perlu merintis organisasi sendiri untuk menggenapi mimpi dan visi saya. Inilah saatnya….ternyata saya harus menunggu waktu yang tepat dari Tuhan agar mimpi saya menjadi kenyataan. Saya tidak akan ada dimana saya sekarang berada, jika saya tidak setia dimana saya ditempatkan selama 14 tahun dan tidak menghormati otoritas di atas saya (pemimpin, orang tua). Saya telah memilih yang benar dalam masa-masa sulit.

Saat ini, mungkin Anda melihat pintu sepertinya tertutup untuk mimpi Anda. Mungkin otoritas Anda memiliki pemikiran yang berbeda. Tetapi begitu Anda memutuskan untuk berbuah ditempat Anda ditanam dan menjaga sikap, tidak kecewa ketika otoritas tidak setuju, dan tetap setia, maka Anda akan menuai benih yang Anda tabur. Tuhan akan membawa Anda ketempat dimana Dia mau Anda berada. Jadi tetaplah setia, percaya, dan tetaplah lakukan yang terbaik.

Amsal 3:3-4 berkata, “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”

Kita selalu mengharapkan kesetiaan dari pihak lain, tapi ketika kita diperhadapkan untuk berlaku setia itu menjadi suatu cerita yang berbeda. Dengan kata lain, kesetiaan adalah sesuatu yang mudah atau menyenangkan untuk diterima, tetapi sesuatu yang tidak mudah atau tidak menyenangkan untuk dilakukan. Apalagi kalau harus kita berikan kepada pihak-pihak/ orang-orang yang rasanya justru berseberangan dan tidak mendukung kita.

Tetapi Firman Tuhan dalam Amsal 3:3-4 mengajarkan kepada kita untuk mengalungkan kesetiaan pada leher kita dan menuliskannya pada loh hati kita. Bagi saya ini mengandung makna, bahwa kesetiaan itu harus menyertai seluruh perjalanan hidup kita.

Kita berlaku setia bukan karena menyenangkan atau tidak menyenangkan, berlaku setia tidak ditentukan oleh situasi atau kondisi tertentu, berlaku setia bukan karena saya suka atau tidak suka terhadap pihak tertentu, tapi kesetiaan adalah karakter Illahi yang harus menyertai perjalanan hidup kita. Kesetiaan adalah bagian dari buah Roh (Galatia 5:22), Roh Kudus sudah ada didalam diri kita dan benih kesetiaan itu sudah ada dalam diri kita, dengan pertolongan Roh Kudus, kita bisa berlaku setia.

Belakulah setia karena Tuhan telah setia kepada kita dan Tuhan mengajarkan kita untuk setia. Jika kita mempelajari Firman Tuhan, banyak sekali hal-hal tentang kesetiaan yang Tuhan ajarkan:

  • Tuhan mengerjakan segala sesuatu dengan kesetiaan (Mazmur 33:4)
  • Tuhan dekat dengan orang yang setia (Mazmur 145:18)
  • Tuhan akan membalas kesetiaan setiap orang (1 Samuel 26:23)
  • Tuhan menuntut kita mencintai kesetiaan (Mikha 6:8)
  • Tuhan mau kita belajar setia mulai dari perkara kecil untuk dapat dipercayakan perkara besar (Lukas 16:10)
  • Tuhan mau kita setia pada harta orang lain untuk mendapatkan hartamu sendiri (Lukas 16:22)
  • Tuhan mau kita menjadi teladan dalam kesetiaan (1 Tim 4:12)
  • Tuhan mau kita mengejar kesetiaan (1 Tim 6:11, 2 Tim 2;22)
  • dan ada banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan setia dan kesetiaan tercantum didalam Alkitab. Mari kita berlaku setia, karena Tuhan telah setia kepada kita;

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Matius 25:23)

2019-09-29T06:30:26+00:00