//A Tool in Storage or a Functioning Instrument? (仓库里的工具或是有用的工具?)

A Tool in Storage or a Functioning Instrument? (仓库里的工具或是有用的工具?)

A couple of months ago, we were discussing how we are tools to be used by God to bring His workmanship in the world. Building upon that, I cannot help but to embark on a deeper exploration with a compelling question: “Are we truly fulfilling our role as God’s instruments to manifest His divine workmanship?”

两个月前,这本杂志讨论了我们如何成为上帝在世界上开展工作的工具。 从这次讨论中,我现在更深入地反思了一个有趣的问题:“我们是否真的按照我们作为上帝工具的角色来完成祂的工作?”

Dua bulan yang lalu, majalah ini membahas bagaimana kita merupakan alat yang seharusnya dipakai Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya di dunia. Dari pembahasan itu, saya sekarang jadi merenung lebih dalam dengan pertanyaan yang menggugah: “Apakah kita sungguh-sungguh sedang bergerak sesuai peran kita sebagai alat Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya?”

 

 

Imagine a finely-crafted tool being kept too long in the shacks or storage rooms. Instead of fulfilling its intended purpose, it will cause more problems. At the very least, such a tool will become rusty, dull, loose, miscalibrated, and the list goes on… Furthermore, it may also increase the potentials of creating environmental problems, e.g. tools using batteries that may leak when being unused for too long. The only way to prevent these problems is to use the tool as intended regularly, including regular inspections and maintenance of its parts.

想象一下,有一个制作精良的精密装置,但存放在廠庫裏时间太长了。 这种装置不但没有实现它预的期目的,反而产生了许多问题。 最起码,工具会生锈、变钝、松动、校准不正确等诸多问题…… 除此之外,工具还会对周围环境造成破坏,比如使用电池的工具,如果很久不使用就会漏電。 防止这些问题的唯一方法是定期将工具用于其预期的功用,包括定期检查和维护其零件。

Bayangkan alat canggih yang dibuat dengan sangat baik tetapi disimpan terlalu lama di gudang. Bukannya memenuhi tujuan yang dimaksudkan, alat yang seperti itu akan memunculkan banyak masalah. Paling tidak, alat itu akan berkarat, kusam, longgar, salah kalibrasi, dan masih banyak lagi masalah lainnya… Selain itu, alat itu juga bisa merusak lingkungan sekitarnya, misalnya alat yang menggunakan baterai yang dapat bocor jika terlalu lama tidak digunakan. Satu-satunya cara untuk mencegah masalah-masalah ini adalah menggunakan alat itu sebagaimana fungsinya secara teratur, termasuk melakukan pemeriksaan rutin dan perawatan bagian-bagiannya.

 

 

Now, let’s look at our lives. We are members of the church, God’s tools. Have we been spending too much time in the comfort and safety of “storage” that we forget to function in the world? As believers, we know we should function in accordance to Jesus’s Great Commission, and we know we are to function differently from each other just as different tools have different functions. Spend too much time just being inside the church means we put ourselves in the storage. Such “church benchwarmers” will eventually experience spiritual (and life) deteriorations in more and more aspects. Without getting out to the world and function as God intends, we will eventually lack of God’s love and compassion, become judgmental, spiritually prideful, and develop (and spread) many other problems. Sooner or later, the problems will also harm the environment around the churches. If more and more church members stay inside for too long with all these problems, the church environment will also become too toxic, in which any actions towards the truth will be viewed as “false” or even “blasphemy”.

好吧,现在让我们看看我们自己的生活。 我们是教会的成员,是主工具的集合。 我们是否真的花了太多时间在 “仓库” 的舒适和安全中,以至于忘记了在世界上的用作? 作为信徒,我们知道我们必须按照耶稣的大使命来行事,并且我们知道我们的职能彼此不同,就像不同的工具有不同的功能一样。 花太多时间独自居住在教会社区意味着我们把自己放在储藏室里。 像这样成为 “教堂座的位温暖者 ”的人最终会经历屬靈(和整个生活)各方面的衰退。 如果不走进这个世界,按照上帝的旨意行事,我们最终将缺乏上帝的爱和怜悯,变得爱评判、屬靈上傲慢,并经历(并传播)许多其他问题。 这些问题迟早也会破坏我们教会社区的环境。 如果越来越多的教会成员带着这些问题在教会群体里呆得太久,教会的环境也会被破坏得很严重,以至于每一个出现的真理行为都会被视为 “假冒” 甚至“异端” 。

Nah, sekarang mari kita lihat kehidupan kita sendiri. Kita adalah anggota Gereja, kumpulan alat-alat Tuhan. Apakah kita sebenarnya menghabiskan terlalu banyak waktu dalam kenyamanan dan keamanan “di gudang” sehingga kita lupa untuk berfungsi di dunia? Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa kita harus berfungsi sesuai dengan Amanat Agung Yesus, dan kita tahu bahwa fungsi kita berbeda satu sama lain sebagaimana alat yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda. Menghabiskan terlalu banyak waktu berdiam di dalam komunitas gereja saja berarti kita menempatkan diri kita di dalam gudang. Orang-orang yang menjadi “penghangat bangku gereja” seperti ini pada akhirnya akan mengalami kemerosotan rohani (dan seluruh kehidupan) dalam segala aspek. Tanpa keluar ke dunia dan berfungsi seperti yang Tuhan maksudkan, kita pada akhirnya akan kekurangan kasih dan belas kasihan Tuhan, jadi suka menghakimi, sombong rohani, dan mengalami (serta menyebarkan) banyak masalah lainnya. Cepat atau lambat, masalah-masalah ini juga akan merusak lingkungan sekitar kita di komunitas gereja. Jika semakin banyak anggota gereja terlalu lama berdiam di dalam komunitas gereja saja dengan semua masalah ini, lingkungan gereja itu juga akan menjadi terlalu rusak, sampai-sampai setiap tindakan kebenaran yang muncul akan dipandang sebagai “palsu” atau bahkan “sesat”.

 

 

The Pharisees and the likes in Jesus’s days had experienced this. Their spiritual lives were so deteriorated and toxic, yet they were proud of it. They went too comfortable in their positions as “spiritual leaders” in the religious community and got so bound to their “legacy of traditions” that they forgot how all the Scriptures are about God’s love. We have read how at times Jesus harshly confronted the Pharisees’ misconducts. While Jesus showed how He would “disobey” the law of Sabbath in order to do His Father’s works and hence teaching that the Law is based on His love, those Pharisees labeled Him “the false teacher” and his teachings “blasphemy”. The Israelites, who were supposed to be God’s tools for His workmanship, had become so deteriorated and ruined their society when they stopped functioning in accordance to His plans.

耶稣时代的法利赛人和像他们这样的人都经历过这一点。 他们的屬靈生活如此堕落、受损坏,但他们却还为自己的屬靈而自豪。 他们对自己成為宗教界 “屬靈领袖” 的地位过于自在,并且如此执着于 “传统的遗产”,以至于忘记了圣经的全部内容都是关于神的爱。 我们可以读到,耶稣有时严厉地斥责法利赛人的错误。 耶稣表明,祂毫不犹豫地 “违反” 安息日律法来完成天父的工作,从而教导律法是基于祂的爱,但法利赛人却给他贴上了 “假教师” 的标签,并称他的教义是 “异端”。和 “亵渎”。 以色列人本应成为上帝工作的工具,但他们的社会环境已经变得如此腐败和败坏,以至于他们不再按照上帝的计划运作。

Orang-orang Farisi dan kaum yang seperti mereka pada zaman Yesus telah mengalami hal ini. Kehidupan rohani mereka begitu merosot dan rusak, tetapi mereka bahkan bangga akan kerohanian mereka itu. Mereka terlalu nyaman dengan posisi mereka sebagai “pemimpin rohani” dalam komunitas agama dan begitu terikat pada “warisan tradisi” sehingga lupa bahwa seluruh isi Kitab Suci adalah tentang kasih Tuhan. Kita dapat membaca bahwa ada kalanya Yesus dengan keras menghardik kesalahan orang Farisi. Yesus menunjukkan bahwa Dia tak ragu “melanggar” hukum Sabat untuk melakukan pekerjaan Bapa-Nya dan karenanya mengajarkan bahwa hukum Taurat itu didasarkan pada kasih-Nya, tetapi orang-orang Farisi justru menjuluki-Nya “guru palsu” dan menyebut ajaran-Nya “sesat” dan “hujat”. Bangsa Israel, yang seharusnya menjadi alat Tuhan untuk pekerjaan-Nya, telah menjadi begitu rusak dan merusak lingkungan masyarakat mereka karena berhenti berfungsi sesuai dengan rencana-Nya.

 

 

We can use a knife to kill our fellow human beings or to create good food. Our lives too can be used as instruments of peace or instruments of destruction; depending on who uses us. Only in the hands of our Master can we be used as instruments of peace, to extend His love, His truth, and His glory to the world. If we’re bound to our ego and selfishness, however, we will become instruments of destruction, bringing troubles and chaos to our lives and our surroundings. The choice is entirely ours.

我们可以用刀杀人,也可以去制作美味的食物。 同样,我们的生命也可以被用作和平的工具或毁灭的工具; 取决于谁在使用我们。 只有在上帝手中,我们才能成为和平的工具,向世界传达他的爱、他的真理和他的荣耀。 然而,如果我们越来越执着于自我和自身利益,我们就会成为毁灭的工具,给我们的生活和周围的世界带来麻烦和混乱。 选择权完全掌握在我们手中。

Kita bisa menggunakan pisau untuk membunuh atau untuk membuat makanan enak. Demikian pula, hidup kita juga bisa digunakan sebagai alat perdamaian atau alat perusak; tergantung pada siapa yang memakai kita. Hanya di tangan Tuhan-lah kita kita dapat dipakai sebagai alat perdamaian, untuk menyampaikan kasih-Nya, kebenaran-Nya, dan kemuliaan-Nya kepada dunia. Namun, kalau kita lebih melekatkan diri pada ego dan kepentingan diri sendiri, kita akan menjadi alat perusak, yang membawa masalah dan kekacauan di dalam hidup dan ke lingkungan sekitar kita. Pilihannya sepenuhnya ada di tangan kita.

 

 

I hope we make the right choice. Every single day.

每天,我真心希望我们做出正确的选择。

Saya sungguh berharap kita membuat pilihan yang tepat. Setiap hari.

 

God bless you.

上帝賜福。

Tuhan memberkati.

 

 

(Andrew Ardianto/Endang Nataliantini)

2023-08-30T10:15:25+07:00