//ACTS : Kisah Para Rasul

ACTS : Kisah Para Rasul

Kisah Para Rasul adalah kitab kedua yang ditulis oleh Lukas, setelah kitab Injil Lukas. Ia menulis untuk seorang Yunani yang bernama Teofilus di tahun ‘60-an Masehi. Sebagai seorang tabib (dokter) dan rekan pelayanan Paulus, Lukas  memiliki kelebihan dalam hal ketelitian, sehingga ia mencatat semua kejadian secara terperinci. Tulisannya dimulai dari kebangkitan Tuhan Yesus, lahirnya gereja di Yerusalem,  perjalanan misi Paulus pertama dan kedua,  sampai Paulus menjadi tahanan rumah di Roma di akhir kitab ini. Jika Lukas tidak menulis Kisah Para Rasul, kita tidak akan memiliki gambaran bagaimana kehidupan gereja mula-mula, bagaimana kepemimpinan gereja berfungsi dan bagaimana gereja berkembang dari Yerusalem, sampai ke Asia dan Eropa.

Saya secara pribadi sangat tertolong dalam proses memahami banyak hal, di antaranya arti bergereja, bagaimana kehidupan jemaat mula-mula, respon orang percaya terhadap penganiayaan, cara pemimpin gereja mengambil keputusan, bentuk gereja 2000 tahun lalu di mana mereka banyak berkumpul di rumah-rumah. Sekalipun  tidak ada listrik, tidak ada buku cetak, tidak ada Alkitab Perjanjian Baru, tidak ada gedung, tidak ada “merek”/nama gereja, orang-orang Kristen pada zaman itu hidup di dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah dan tidak ada yang berkekurangan, banyak mujizat terjadi dan banyak orang bertobat dan mengenal Yesus. Saya sangat menyarankan setiap pemimpin atau fasilitator komsel membaca kitab Kisah Para Rasul setidaknya 3 kali setahun agar semakin mengerti cara membangun komsel sebagai gereja Tuhan atau rumah Tuhan (“build My home”). Sebagai murid Kristus, akan banyak inspirasi dan pimpinan Tuhan dalam hidup kita ketika kita membaca Kisah Para Rasul: bagaimana rasul-rasul terutama Petrus dan Paulus bergerak dengan rasul-rasul lain membangun  jemaat di mana-mana sesuai pimpinan Tuhan; bagaimana Paulus, seorang yang anti Kristen, mengalami perjumpaan dengan Tuhan sehingga bertobat dan menyerahkan hidupnya untuk melakukan panggilan Tuhan sebagai rasul untuk bangsa-bangsa yang bukan Yahudi; bagaimana Petrus, seseorang yang terkemuka di antara kedua belas rasul, mendapat penglihatan untuk makan makanan yang dilarang di hukum Taurat dan bagaimana Tuhan mengubah cara pandangnya terhadap orang kafir (orang Romawi saat itu) dengan sebuah suara, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” (Kis. 10:15). Semua ini menyadarkan kita bahwa rancangan Tuhan berbeda dengan rancangan manusia dan jalan manusia  berbeda dengan jalan Tuhan (Yes. 55:8). Contohnya, melalui kejadian yang dialami oleh Petrus ini, apakah kita menyadari bahwa penghalang Tuhan bekerja dalam hidup kita salah satunya adalah paradigma lama kita atau kebiasaan kita?

Misi atau penjangkauan terhadap orang yang belum percaya dimulai bukan dengan sekadar menjawab kebutuhan, tetapi justru dari unsur pimpinan Roh Kudus. Contohnya, Paulus dan Silas memiliki rencana untuk memberitakan Injil ke Asia yaitu ke Bitinia, tetapi Roh Kudus tidak mengizinkan mereka (Kis. 16:7). Pada malam harinya, tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan:  seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” (Kis. 16:9). Paulus taat karena ia mengerti bahwa “Tuhanlah yang empunya tuaian” (Mat. 9:38), bukan dia.  Paulus bersedia rencananya diintervensi oleh Roh Kudus. Bagaimana dengan kita?

Rasul-rasul dipakai Tuhan untuk membangun rumah Tuhan/jemaat bukan dengan mengirim orang lain, tetapi dengan mengirim dirinya sendiri ke lokasi-lokasi yang belum ada jemaat/rumah Tuhan. Jika kita ingin melihat banyak jiwa dijangkau dengan Injil, tidak ada cara lain bahwa kita harus turun ke lapangan, berjumpa dengan jiwa-jiwa. Keteladanan Paulus dan pengalamannya bersama Roh Kudus membuat ia melahirkan banyak pemimpin lain dan melahirkan banyak surat-surat yang ditulisnya dengan ilham Roh Kudus kepada jemaat, yang  kita bisa baca di seluruh Perjanjian Baru.

Kisah Para Rasul memang bukanlah sekadar kisah tentang pekerjaan rasul-rasul tetapi justru adalah juga kisah tentang Roh Kudus yang memakai hidup orang-orang yang biasa yang mau taat kepada pimpinan Roh Kudus, sehingga mereka menjadi orang yang luar biasa di tangan Allah yang luar biasa. Bagaimana dengan kisah hidup kita? Kisah hidup kita pun dapat  menjadi kisah Roh Kudus: kisah bagaimana Roh Kudus berbicara kepada kita, memberi petunjuk tentang apa perlu kita lakukan dan kisah tentang kita taat pada pimpinanNya walaupun kadang  bertentangan dengan pemikiran manusiawi kita. Bukankah Roma 8:14 berkata, ”Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”? Apakah kita dapat berkata, “Hari-hari ini saya melihat pimpinan Tuhan dalam apa yang saya kerjakan.”? “Saya melihat tangan Tuhan bekerja di tengah kesulitan dan tantangan yang sedang saya hadapi.”? “Saya bingung harus berkata apa di dalam sebuah pertemuan, tetapi Roh Kudus memberi saya hikmat untuk memulai sebuah pembicaraan.”? “Saya terheran-heran dengan apa yang Tuhan lakukan ketika saya mengikuti gerakan hati saya untuk mengunjungi orang seseorang.”? “Ketika saya bekerja di kantor, saya teringat akan seseorang dan saya menelepon dia, lalu ternyata benar, ia sedang berada dalam masalah dan sangat diberkati dengan telepon saya yang menguatkan dirinya.”? “Ketika saya sedang berdoa di pagi hari dan berdiam diri menantikan apa yang Tuhan mau saya lakukan, ada beberapa pikiran yang terlintas yang lalu saya ikuti dan saya lakukan. Ternyata itu adalah jawaban terhadap masalah yang sedang hadapi.”? “Ternyata kerugian selama ini baru ketahuan sumber penyebabnya, karena apa yang Tuhan nyatakan pada saya.”? “Ternyata penyakit saya selama bertahun-tahun disebabkan oleh kekecewaan saya terhadap papa saya.”? Semua ini adalah contoh-contoh praktis di mana Roh Kudus dapat memimpin kita setiap hari.

Roh Kudus bukan hanya memimpin kita secara pribadi, tetapi Ia juga berbicara ketika orang-orang percaya berkumpul untuk berdoa. Ketika  5 orang berkumpul di jemaat Anthiokia, Roh Kudus berbicara. “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’” (Kis. 13:1).  Suara Roh Kudus dan ketaatan Barnabas dan Paulus membuat Injil tersebar di Eropa. Anda ingin terjadi sebuah terobosan dalam hidup Anda? Anda ingin menjadi seorang history maker? Anda membutuhkan suara Roh Kudus untuk membuka rahasia panggilan Tuhan dalam hidup Anda: mengapa Anda ada/tinggal di sebuah kota, mengapa Anda ada/berjemaat di sebuah gereja, mengapa Tuhan percayakan bisnis ini untuk Anda kerjakan, mengapa Anda berada di posisi atau jabatan tertentu saat ini. Semuanya adalah bagian dari maksud Tuhan bagi hidup Anda. Inilah yang membuat hidup Anda bergairah, yaitu ketika Anda mengerti mengapa Anda ada di dunia dengan segala situasi Anda hari ini.

Dengan meyakini bahwa Tuhan dapat berbicara  secara pribadi kepada kita dan melalui orang lain, saya mendorong Anda untuk rajin berkomsel dan rajin berdoa puasa, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Banyak masalah terjadi dalam hidup ini, padahal sebenarnya tidak perlu terjadi, misalnya: salah pilih sekolah, salah pilih jurusan, salah pilih pasangan hidup, salah pilih usaha baru, salah pilih teman, salah pilih pelayanan atau salah pilih investasi. Semua ini berawal dari  keinginan manusia yang bekerja karena ego kita, tanpa mendengarkan suara Tuhan (Roh Kudus). Akibatnya, keputusan menjadi salah karena diputuskan dalam kondisi marah atau emosional atau pertimbangan logika manusiawi belaka.

Saya percaya bahwa, dalam sebulan ke depan, dengan membaca Kisah Para Rasul dan merenungkan ayat demi ayat, kisah demi kisah, Anda akan mempelajari prinsip-prinsip yang akan menolong hidup Anda, baik di dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, usaha, maupun pelayanan Anda. Kepemimpinan Anda akan bertumbuh, hubungan antara anggota komsel menjadi lebih dekat dan pulih satu sama lain, Anda sendiri menjadi makin peka terhadap suara Roh Kudus,  sehingga hidup Anda  akan menghasilkan banyak buah dan Bapa di surga dipermuliakan melaluinya. Selamat mengalami kisah Roh Kudus secara langsung di dalam hidup Anda!

(Sumarno Kosasih – Apostolic Team Ministry)

2020-04-22T14:30:17+07:00