//All the Time

All the Time

Anytime   Everytime  Timed  All the Time

隨時    每次     有一定的時間表和持續時間     總是

Kapan Saja    Setiap Kali   Dengan Jadwal dan Durasi Tertentu   Senantiasa

 

 

Like so many other churchgoers, I grew up having Christian education as a child. Little did I know, receiving Christian education and learning the knowledge about Jesus is not the same as personally knowing Him.

像大多數教會人士一樣,我從小就在基督教學校接受教育。那時我不知道接受基督教教育並了解耶穌與親自認識祂完全不同。

Seperti kebanyakan orang-orang gereja, saya tumbuh besar sebagai anak yang dididik di sekolah Kristen. Dahulu saya sama sekali tidak tahu bahwa mendapat pendidikan Kristen dan punya pengetahuan tentang Yesus sama sekali tidak sama dengan mengenal Dia secara pribadi.

 

 

Before I accepted Jesus at some point in my life, I had almost never read the Bible. Of course, every now and then I read it in the religious study class at school, but still, the Holy Bible had never become my favorite reading. I had much preferred reading any other book or stories. However, my strong preference of reading anything other than the Bible changed since I accepted Jesus Christ as my Lord and Savior. The passion to read the Word of God every day started to grow naturally in me. I couldn’t even go a day without reading my Bible! I then saw how the Bible has become the most enjoyable reading among other books I had once preferred.

在我接受耶穌之前,我幾乎從未讀過聖經。當然,我偶爾會在學校的宗教課上讀到聖經,但聖經對我來說仍然沒有興趣。我比較喜歡讀其他書籍或故事。然而,自從我接受耶穌基督為我的主和救主以來,我對閱讀聖經以外的任何書籍的偏好都改變了。自然地,閱讀神的話語的願望與日俱增。如果有一天我沒有讀過他的話語,我會覺得我錯過了什麼!我還發現聖經變得比我以前喜歡的所有其他書籍更有趣。

Sebelum saya menerima Yesus pada suatu hari di hidup saya, saya hampir tidak pernah membaca Alkitab. Tentu saja, saya sesekali membacanya di kelas waktu pelajaran agama di sekolah, tetapi Alkitab tetap saja bukanlah bacaan yang menarik bagi saya. Saya lebih senang membaca buku-buku atau cerita-cerita lainnya. Namun, kesukaan saya untuk membaca yang lain-lain selain Alkitab itu berubah sejak saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya. Secara alamiah, tumbuh kerinduan untuk membaca Firman Tuhan setiap hari. Kalau satu hari saja terlewat tanpa membaca Firman-Nya, sepertinya ada sesuatu yang hilang saya rasakan! Saya pun melihat Alkitab berubah menjadi bacaan yang paling nikmat daripada semua buku lain yang sebelumnya saya sukai.

 

 

Time went by. The more I read and pondered on the Word of God, the more my life was changed. My preferences, my use of time, my habits, my words, my acts, even my thoughts and emotions changed. Around that time, I didn’t fully understand that I was actually experiencing what Apostle Paul had experienced when he wrote in Galatians 2:20 “… it is no longer I who live, but Christ lives in me.” I didn’t realize that the passion in me to know Him more and more through His Word didn’t come up from myself as a human being living in flesh. It was really from the work of Christ, who has lived in me.

随時間一直在流逝。我越多閱讀和默想上帝的話語,我生活中的事情就越多得改變。我的喜好、我對時間的運用、我的習慣、我的言語,甚至我的想法和感受都改變了。那時,我還沒有完全明白我正在經歷保羅所經歷的 “…然而我活著,但活著的不再是我,而是基督在我裡面活著。” 我沒有意識到,透過祂的話語繼續更深入地了解祂的願望並不是我作為一個活在肉體中的人而自己產生的。相反,這種渴望是來自住在我裡面的基督。

Waktu terus berjalan. Semakin saya membaca dan merenungkan Firman Tuhan, semakin banyak pula hal dalam kehidupan saya yang diubahkan. Kesukaan saya, penggunaan waktu saya, kebiasaan saya, kata-kata saya, bahkan pikiran dan perasan saya pun berubah. Saat itu, saya belum memahami sepenuhnya bahwa saya sedang mengalami apa yang Paulus alami ketika ia menulis, “… namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Saya tidak sadar bahwa kerinduan untuk terus mengenal Dia semakin dalam lewat Firman-Nya bukan lahir dari saya sendiri sebagai manusia yang hidup dalam daging. Justru, kerinduan itu datang dari Kristus, yang hidup di dalam saya.

 

 

After a few years living as a born-again Christian, I started to feel bored in my spiritual life. Because I didn’t understand the truth “I have been crucified with Christ; it is no longer I who live, but Christ lives in me”, I started to get frustrated. I felt like a failure, because I didn’t have that passion like I had had before. I forced myself to read the Word of God every day. I literally set on a timer when starting my quiet time and wrote down my “achievement” after it. The longer I stayed in my quiet time, the better I felt about myself. But, what I didn’t expect was that the more I tried, the worse I got. Soon enough, I found my self even more frustrated, depraved, in my spiritual life. I questioned my own faith.

在身為重生的基督徒一段時間後,我開始感到厌倦。因為我不明白我其實已經死了而基督活在我裡面的事實,我也開始感到沮喪。我感覺自己很失敗,因為我不再像我第一次認識基督時那樣了。我強迫自己閱讀聖經並每日祈禱。我甚至用計時器來確定我灵修時間的持續時間並記錄我的 “成就”。我灵修的時間越長,我就越自覺良好和正確。然而沒想到,越努力失敗的次數就越多。很快,我發現自己越來越沮喪,缺乏靈性。我質疑自己的信仰.

Beberapa lama menjadi Kristen lahir baru, saya mulai mengalami kejenuhan. Karena saya tidak memahami kebenaran bahwa saya sesungguhnya sudah mati dan Kristus hidup di dalam saya, saya pun mulai frustasi. Saya merasa gagal karena saya sudah tidak seperti dahulu ketika awal mengenal Kristus. Saya memaksa diri untuk membaca Firman dan berdoa satu hari. Saya bahkan memakai timer untuk menentukan durasi waktu saat teduh dan mencatat “capaian” saya. Semakin lama saya bersaat teduh, semakin saya merasa baik-baik saja dan benar. Namun, saya tidak menyangka bahwa ternyata semakin saya berusaha keras semakin saya sering gagal. Segera saja, saya mendapati diri saya semakin frustrasi dan kekurangan dalam kerohanian saya. Saya mempertanyakan iman saya sendiri.

 

 

The frustration went on and off, but never really gone. Until one day, I got sick during the pandemic time. I couldn’t wake up or open my eyes, let alone read my Bible. All the bad thoughts and fears attacked me. I became paralyzed in my mind and my heart. In helplessness and being on my own in isolation, I realized that God was all I had. I cried out to Him, and right away I felt a warm feeling flowing from my heart, and I heard His voice say, “Rest in Me, My child… I’ll take over from here.”

挫敗感來來去去, 卻從未真正消失。直到有一天, 我在疫情期間生病了。我起不來, 連睜開眼睛都困難,更別說讀聖經了。各種想法和恐懼襲擊了我。我的思想和心靈都癱瘓了。在那種無助和孤獨的狀態下,我意識到上帝是我唯一所擁有的。我哭著向耶穌呼求, 突然一股溫暖湧流入我的心。我聽到他的聲音說:

“安息吧, 我的孩子, 從現在起我来接管……”

Rasa frustrasi itu hilang timbul terus, tanpa pernah benar-benar hilang. Sampai suatu ketika, saya mengalami sakit saat pandemi. Saya tidak bisa bangun, membuka mata pun sulit, apalagi membaca Alkitab. Berbagai pikiran dan ketakutan menyerang saya. Saya jadi lumpuh di pikiran dan hati saya. Dalam keadaan tidak berdaya dan terisolasi sendirian itulah, saya menyadari bahwa hanya Tuhanlah yang saya miliki. Saya menangis dan berseru kepada Yesus, lalu seketika itu ada kehangatan mengalir di dalam hati saya. Saya mendengar suara-Nya berkata, “Beristirahatlah di dalam Aku, anak-Ku, Aku yang ambil alih mulai sekarang…”

 

 

That very moment, I was enlightened. I started to understand the truth. It’s useless to try hard with my own strength, because I will face failure no matter what. After all, my old self has gone. I had died to myself, so I may live for God. When I lean on Him, my life is now hidden with Christ in God, He says (Col. 3:3).

那是我剛剛醒悟的那一天。我才真的明白了。我用盡全力去努力也是沒有用的,因為我一定會失敗。難道以前的自己已經不存在了嗎?我已經向自己死了,好讓我可以向神而活。主說,當我依靠神時,我的生命就「與基督一同藏在神裡面」(歌羅西書 3:3)。

Hari itulah saya baru tercerahkan. Saya baru mengerti kebenarannya. Percuma saja saya berusaha keras dengan kekuatan saya, karena saya pasti akan gagal. Bukankah diri saya yang lama itu sudah tidak ada? Saya sudah mati bagi diri sendiri, supaya saya hidup untuk Allah. Ketika saya bersandar kepada Tuhan, hidup saya “tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah”, kata Tuhan (Kol. 3:3).

 

 

Now I know that it’s never an achievement or success to spend a certain amount of time praying and reading the Bible. It’s never enough to just spend any time or every time, or to have a timed session for that matter, reading the Word of God. It’s not the scheduled “quiet time” that builds my relationship with God, it’s my connection with Him all the time. I need to depend on Him 24 hours a day, every day, all the time. That’s the only way to walk with Christ, to learn from Christ, and to be like Christ. And I am ready for the journey.

現在我知道,花所有時間祈禱和閱讀聖經並不是一種目的或成功。一小時或任何讀經的時間长或经常性頻率是不夠的,即使是專門安排和特别記錄的。建立我與上帝關係的不是時間表或筆記,而是我與祂始終的連結。我需要一天 24 小時、每天、永遠依靠他。這是與基督同行、向基督學習和像基督一樣改變的唯一方法。而且,我已經準備好踏上旅程了。

Sekarang saya tahu bahwa menghabiskan sekian lama untuk berdoa dan membaca Alkitab bukanlah sebuah capaian atau keberhasilan. Satu jam atau berapa pun lamanya atau seringnya waktu membaca Alkitab tidaklah cukup, meski dijadwalkan dan dicatat khusus. Bukan jadwal atau catatan itu yang membangun hubungan saya dengan Tuhan, melainkan koneksi saya dengan Dia selalu. Saya perlu bergantung pada Dia 24 jam sehari, setiap hari, senantiasa. Itulah satu-satunya jalan untuk berjalan bersama Kristus, belajar dari Kristus, dan berubah serupa Kristus. Dan, saya siap untuk perjalanan itu.

 

 

Are you?

怎麼樣,你也準備好了嗎?

Bagaimana, Anda juga siap?

2024-08-24T11:36:42+07:00