///Anak Mami (bag. 2)

Anak Mami (bag. 2)

3. Rasa aman dan kebahagiaan pasangan (istri/suami) menjadi luntur
Karena kesatuan goyah, sikap “anak mami” seseorang dapat menimbulkan konflik dengan pasangannya. Seorang istri akan merasa tersinggung, marah atau sedih bila suaminya yang anak mami lebih mendengarkan pendapat dan keinginan dari ibunya daripada istri sendiri. Hal ini pun akan memicu pertengkaran. Ibu yang besar pengaruhnya bagi suami juga dapat membuat seorang istri merasa kurang dianggap perannya, tersisih dan tidak aman. Hal ini tentu membuat kehidupan pasangan ini menjadi tidak bahagia.

4. Kepemimpinan dan keteladanan menjadi hilang
Pria “anak mami” tidak dapat memimpin keluarganya dengan kuat dan percaya diri. Sifatnya yang masih tergantung membuatnya belum terlatih memiliki tujuan dan visi di dalam hidupnya, apalagi di pernikahannya. Pria “anak mami” cenderung tidak mendapat respek dari istri karena sifat manja dan ketidakmampuannya dalam mengarahkan keluarga dan mengambil keputusan. Bagi anak-anaknya pun, pria “anak mami” tidak dapat memberikan teladan untuk membentuk anak menjadi pribadi yang percaya diri dan mandiri. Anak-anak akan merasa kurang diayomi dan dibimbing oleh ayahnya.

 

Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi segala dampak sikap “anak mami” di atas? Tabel yang ada di build! edisi bulan lalu bisa menjadi acuan. Berusahalah untuk menggeser posisi diri Anda sampai pada level 1. Selanjutnya, tips berikut akan melatih diri Anda untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggungjawab tanpa harus kehilangan kedekatan dan kasih sayang ibu:
1. SADAR
Miliki pengertian dan kesadaran akan dampak negatif untuk diri sendiri dan keluarga jika Anda terus menjadi “anak mami”. Tuhan menginginkan Anda menjadi pribadi yang utuh dan mandiri sehingga dapat optimal dalam melayani Tuhan. Tuhan tidak menginginkan Anda tergantung terus kepada orang lain termasuk dengan ibu sendiri, melainkan Tuhan ingin agar Anda menjadi mandiri, bahkan selanjutnya dapat melayani orang lain. Tuhan dapat lebih leluasa memakai saudara dan menggenapi rencanaNya dalam hidup saudara bila saudara siap, mandiri dan dewasa. Milikilah motivasi untuk melayani Tuhan dengan optimal. Terkait dengan kehidupan pernikahan Anda, milikinya pengertian bahwa sikap “anak mami” membuat pasangan dan anak Anda tidak bahagia. Bila Tuhan memberikan keluarga kepada Anda, tentu maksudnya agar Anda dapat mengayomi, membimbing dan membahagiakan mereka.

2. BERTANGGUNGJAWAB
Belajarlah untuk mandiri dan bertanggung jawab dengan diri sendiri. Ini bukanlah hal yang mudah, namun Anda perlu melakukannya. Milikilah tekad untuk tidak terus menerus bergantung dan ingin dilayani ibu, namun menjadi pribadi yang mandiri. Dalam mengambil keputusan misalnya, Anda tetap dapat meminta saran dan konfirmasi dari ibu, namun sebelumnya Anda harus sudah memikirkan solusi dan memiliki inisiatif untuk mandiri dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Anda perlu belajar bertanggung jawab menerima segala konsekuensi dari tindakan Anda sendiri. Jangan mudah menyerah bila gagal, karena dengan berlatih Anda akan memiliki kemampuan untuk bisa mandiri dan percaya diri. Terkait dengan kesiapan untuk pernikahan, Anda perlu mengetahui dan memahami fungsi dan tugas seorang suami atau kepala keluarga, yang antara lain sebagai seorang pemimpin, pengayom, pemberi teladan dan pengambil keputusan serta berlatih melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. BICARAKAN
Komunikasikan dengan ibu mengenai keinginan untuk mandiri. Anda dapat mengkomunikasikan keinginan untuk mandiri, tidak menjadi manja atau tidak tergantung dengan ibu tanpa menghilangkan kedekatan, perhatian dan rasa cinta Anda kepada ibu. Namun, karena kelekatan juga dirasakan oleh ibu dan dengan mempertimbangkan karakteristik ibu, Anda perlu mengkomunikasikannya dengan berhati-hati sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa Anda akan meninggalkan ibu atau tidak memerlukan ibu lagi. Bila perlu, mintalah bantuan dari orang lain seperti kakak, ayah atau orang lain yang didengar oleh ibu untuk mengkomunikasikan maksud Anda dengan sopan dan bijaksana. Tetaplah memberi perhatian dan berbakti kepada ibu, tanpa tergantung terus-menerus kepadanya.

4. MINTA BANTUAN
Mintalah bantuan dari para ahli/profesional. Hal-hal yang menyebabkan diri Anda menjadi anak mami seperti uraian di atas antara lain adalah pola asuh ibu atau relasi dengan ibu yang sangat dekat yang dibangun oleh ibu dengan Anda sejak masa kecil. Hal ini tentu telah mempengaruhi pembentukan kepribadian dan mental Anda, sehingga tidaklah mudah untuk mengubahnya sendiri. Anda perlu arahan, saran atau terapi spesifik untuk bisa mengubah pola pikir dan kebiasaan, dan ini ada kalanya hanya dapat diperoleh dari seorang ahli yang profesional, seperti seorang psikolog atau psikiater.

2019-10-17T17:39:14+07:00