///“ Anakku tidak percaya dengan Tuhanku !!!???”

“ Anakku tidak percaya dengan Tuhanku !!!???”

Reporter : Bisa ceritakan secara singkat musibah besar yang belum lama Anda sekeluarga alami?

Kurniawan : Kami mengalami kebakaran besar pada ruko yang kami jadikan tempat tinggal kami sekeluarga sekaligus tempat usaha kami.  Peristiwa itu terjadi pada tanggal 8 Desember 2013.

 

Reporter : Apa saja yang masih tersisa dalam musibah itu?

Kurniawan :Yang tersisa dari tempat usaha kami hanya sebagian kecil barang dagangan, dan dari rumah tangga kami tempat tidur, sebagian pakaian, surat-surat dan brankas. Hampir semua barang-barang  yang saya sukai, seperti audio system, habis terbakar.  Juga barang-barang  dagangan yang mahal-mahal ikut habis terbakar.

 

Reporter :Umur berapa saja anak-anak Anda dan siapa saja namanya?

Kurniawan :Anak kami yang pertama Jeremiah, laki-laki berumur 16 tahun dan Jennifer, perempuan berumur 11 tahun.

 

Reporter :Apa respon yang istimewa dari anak-anak Anda saat mengetahui adanya musibah ini menimpa kalian?

Kurniawan :Saat melihat ruko kami terbakar, jujur kami tidak tahu harus merasakan apa, berpikir bagaimana, bertindak apa.  Semuanya terasa seperti bermimpi, dan kami betul-betul bingung. Kami menangis dan kami suami istri beruntung sebab pada saat kejadian tidak protes atau marah pada Tuhan. Tapi kami berdua jujur masih bingung, saat-saat kami masih sangat terpukul dengan peristiwa kebakaran tersebut. Anak kami yang pertama mengingatkan bahwa semua harta yang kita punya adalah pemberian Tuhan, seandainya Tuhan mau ambil itupun haknya Tuhan. Jika dibandingkan dengan Ayub, kita masih jauh lebih baik. Lalu anak kami yang kedua melalui status di bbnya menulis: “God always give His best” (Tuhan selalu memberi bagianNya yang terbaik). Kami kaget dengan respon mereka dan sepertinya Firman itu berbicara langsung kepada kami. Lewat perkataan mereka itu kami mulai bangkit dan mulai ada sesuatu perubahan dari dalam kami. Memberikan sedikit kelegaan dan penghiburan. Dan hal ini menuntun kami untuk mengalami mujizat-mujizatNya dan pengalaman persekutuan denganNya yang lebih erat lagi di hari-hari berikutnya.

 

Reporter :Menurut Anda dan istri, apa yang menjadi penyebab anak-anak kalian dapat memberikan respon seperti itu?

Kurniawan : Menurut kami reaksi mereka itu merupakan suara Tuhan; mirip seperti peristiwa saat Petrus ditanya oleh Tuhan Yesus (Mat 16:15-17). Tuhan memakai mereka untuk menyampaikan pesan Nya kepada kami;  kami katakan kepada mereka bahwa itu suatu anugerah Tuhan. Kami juga berdoa supaya Tuhan berkenan untuk memakai mereka lebih lagi dalam pekerjaan-pekerjaanNya di hari-hari selanjutnya.

 

Reporter :Sejak umur berapa kalian memperkenalkan Tuhan  yang kalian sembah kepada anak-anak ?

Kurniawan : Kami memperkenalkan Tuhan Yesus sejak mereka dalam kandungan. Saya bukan orang tua yang rajin membacakan Alkitab setiap hari saat mereka dalam kandungan, tapi Istri saya  cukup rajin mengajak mereka berbicara tentang Firman Tuhan saat mereka dalam kandungan.  Sebelum kami mengalami kebakaran ruko, kami beberapa kali dalam seminggu mengajak anak-anak untuk membaca Alkitab bersama dan membahasnya.

 

Reporter :Menurut Anda hal terpenting apa yang mutlak harus dilakukan oleh orang tua kalau mau anak-anaknya mempercayai Kebenaran Firman?

Kurniawan : Hal yang mutlak dilakukan adalah sesegera mungkin untuk mengajak anak membaca dan mencintai Firman Tuhan. Tidak pernah ada kata terlambat untuk itu, berapapun usia anak kita, harus kita mulai SEKARANG. Kami juga belajar membiasakan anak-anak untuk mengacu kepada Alkitab untuk setiap peristiwa yang kami lihat sehari-hari, karena kebenaran dalam Alkitab itu yang absolut. Mengajari anak-anak kami untuk berpikir kritis supaya tidak mudah diombang ambingkan berbagai pengajaran dan berbagai macam keadaan.

 

Reporter : Apa pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca artikel ini yang juga memiliki anak-anak?

Kurniawan : Jangan pernah menyerah dan berhenti untuk mengajak anak-anak membaca Alkitab dan ke ibadah. Seberapapun nakalnya anak-anak kita, jangan menyerah. Anak kami yang besar beberapa waktu lalu juga sering berbuat hal-hal yang membuat kami jengkel, marah dan putus asa. Tetapi sejak peristiwa itu Tuhan ubahkan secara dramatis, spontan, untuk menjadikan Jeremiah anak yang baik dan cinta Tuhan.   Kami tidak melakukan hal-hal yang istimewa dan kami juga tidak punya pengetahuan yang cukup dalam mendidik anak. Kami juga bukan orang tua yang ideal dan masih banyak kelemahan. Yang kami lakukan berdua adalah mendoakan anak-anak setiap hari; biasanya kami berdoa bersama saat sarapan pagi. Untuk anak-anak dan keluarga besar kami.  Bukan kekuatan dan kemampuan kami yang menjadikan mereka istimewa saat menghadapi persoalan dan musibah. Yang kami lakukan ialah kami mempercayakan anak-anak kepada Tuhan Yesus.

 

(wawancara hy dengan Kurniawan 17/01/14)

2014-02-22T04:44:02+07:00