///Anggur Hokkaido

Anggur Hokkaido

Selain faktor cuaca di daerah Hokkaido yang memang cenderung dingin, ternyata kerja keras petani di sana juga memberikan andil sehingga hasil buahnya banyak dan berkualitas baik. Menurut cerita, petani di sana rajin memelihara pohon anggur: mereka memotong ranting yang tidak berbuah, sehingga seluruh nutrisi penting akan diarahkan ke ranting yang berbuah. Buah yang kualitasnya kurang baik langsung dipotong dan dibuang, sehingga ketika panen tiba, hanya buah yang kualitasnya baik yang tersisa dan siap dipanen.

Injil memberi perumpamaan yang serupa, bahwa Allah Bapa adalah pengusaha kebun anggur, Tuhan Yesus adalah pokok anggur, dan kita adalah carang atau rantingnya. Ranting harus berbuah banyak, dan untuk berbuah banyak, ranting yang tidak berbuah harus dipotong. Sebagai ranting kita juga harus tertanam pada pokok yang benar. yaitu Tuhan Yesus. Kemudian, ranting yang tidak berbuah harus dipotong/dipangkas, karena ranting ini akan menghambat ranting yang sehat untuk menghasilkan buah yang banyak. Apa artinya berbuah banyak? Berbuah banyak artinya membawa jiwa-jiwa baru percaya pada Kristus Yesus melalui pelayanan di gereja atau komsel; berbuah pengaruh Kerajaan Allah melalui bisnis dan pekerjaan yang kita kerjakan; berbuah dalam hubungan kasih melalui keluarga; dan berbuah dalam setiap aspek hidup kita.  Kalau kita tidak berbuah banyak, berarti masih ada ranting yang tidak berbuah yang belum dipotong. Yang dimaksud oleh perumpamaan ini adalah kita harus menghasilkan buah melalui apa pun yang kita kerjakan, sehingga dunia akan melihat Kristus Sang Pokok Anggur dan Allah Bapa Sang Pemilik/Pengusaha kebuh anggur itu dalam kehidupan kita.

Belajar dari petani di Jepang yang rajin memelihara pohon anggurnya agar berbuah banyak, selain tertanam dan berakar sempurna dalam Kristus Yesus, kita pun harus rajin memelihara “ranting anggur” kita. Berapa banyak buah yang sudah kita hasilkan? Apakah kita hanya sibuk memikirkan diri sendiri sehingga tidak menghasilkan buah? Apakah kita terlalu banyak melakukan kesibukan-kesibukan dunia yang tidak menghasilkan buah (meskipun kelihatannya baik/positif)?

Tanpa terasa, saat ini kita sudah memasuki pertengahan tahun 2018. Mari kita periksa diri kita, apa yang menjadi “ranting yang tidak berbuah” yang selama ini menghambat kita. Apakah itu kesibukan dunia, kemalasan, kekecewaan, kemarahan, iri hati, atau kepahitan terhadap seseorang? Potong, pangkas, dan buang ranting-ranting yang demikian itu, sehingga ranting lain yang berbuah akan bisa menghasilkan buah yang baik dan banyak dan Bapa di surga dipermuliakan karena hal ini. Ingatlah dan teruslah setia kepada panggilan Tuhan dalam hidup kita; Bapa di surga ingin kita berbuah banyak, yaitu banyak jiwa diselamatkan dan mendapatkan kehidupan yang baru. Mari kita menjadi tanaman anggur unggulan dari Kerajaan Surga, yang terus berbuah banyak melalui segala hal dalam hidup kita.

"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yoh. 15:8)

2019-10-11T11:30:26+07:00